Simply da Flores
…
Seperti pemeran dalam pesta
setiap kali pemilu dilakukan
ada pengelompokkan peran politik
Ada aturan politik dalam pemilu
tentang hak dan kewajiban setiap rakyat
Namun
hanya segelintir rakyat yang tahu dan paham
Sedangkan banyak yang tahu sedikit
Ada yang memang tidak tahu
Bahkan banyak yang tidak mau tahu
Pernah ada yang menulis
“Rakyat pemilik kedaulatan di NKRI
Rakyat berhak memilih dengan Luber
Rakyat dijamin haknya secara jujur dan adil oleh penyelenggara pemilu”
Ada lagi saat pemilu dahulu
“Pemilihan umum telah memanggil kita
Seluruh rakyat menyambut gembira
Hak demokrasi Pancasila, cita Indonesia merdeka
Pilihlah wakilmu yang dapat dipercaya
Pengemban Ampera yang setia
di bawah undang-undang dasar 45
Kita menuju ke pemilihan umum”
Tulisan kata memang indah
Aturan sudah dibuat dan dilaksanakan
Namun
Fakta pemilu di negeri ini berwarna warni
Karena perbedaan kemampuan dan kondisi setiap warga negara
Karena rakyat Indonesia sedang bergulat menjadi lebih cerdas dan paham politik
Karena pelaksana pemilu pun berbeda kemampuan dan kepentingan
Karena penegak hukum pun bisa melanggar hukum
Kemiskinan sosial ekonomi budaya
Kekurangan gizi moral dan iman
Kelaparan akan kejujuran dan kehausan akan keadilan
Kegalauan dan kekacauan demokrasi mencengkram
Korupsi merajai selera dan nurani
Semuanya masih membelenggu rakyat untuk bisa menggunakan hak memilih secara langsung, umum, bebas dan rahasia
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi
khususnya teknologi informasi digital
Tidak serta merta mencerdaskan rakyat
yang tersebar dari kota hingga pelosok terpencil
dengan keragaman kemampuan dan situasi
Kata indah dan fakta yang dialami
sering berbeda dan bertolak belakang
Dan
yang selalu menang adalah kata-kata
dari mereka yang punya kuasa
Yang harus unggul adalah angka-angka
dari yang kaya harta dan uang
…

