“Helplessness is a situation, hopelessness is a decision.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Mendapatkan hadiah itu pasti menyenangkan dan membahagiakan. Namun hadiah terindah yang bisa kita berikan untuk diri sendiri adalah keputusan untuk bahagia.
“Apa itu bahagia?”
Ada orang bilang, bahagia itu, jika sukses, kaya, dan kita banyak memiliki. Ada yang bilang juga, bahagia itu, jika banyak followers banyak dikasihi, dan masih banyak ukuran bahagia lainnya.
Padagal kebahagiaan sejati itu berasal dari dalam hati ini. Bahagia itu bukan karena apa yang diberikan orang sekitar, tapi apa yang bisa membuat hati ini bergetar. Bahagia itu bukan soal meraih banyak kesuksesan, melainkan ketika kita bisa merasakan kedamaian.
Tak ada manusia terlahir sempurna, bahkan tak jarang yang bertanya-tanya. Kenapa saya dilahirkan seperti ini? Kenapa saya tak bisa menjadi seperti mereka. Apa salah saya? Tak ada yang salah dengan kita, yang salah adalah ‘mindset’ dan pikiran kita. Jaga diri, jangan biarkan pikiran dan perasaan itu menggerogoti dan membuat hidup tersakiti. Percayalah kita bisa dan sanggup melewati. Karena musim kehidupan akan selalu berganti. Selalu ada harapan bagi yang mempunyai iman. Yakinlah hal baik itu sudah menanti.
Ingat hidup itu harus mempunyai pegangan. Tapi bukan kekayaan, jabatan, jimat dan bukan pula dukun atau orang pintar. Mekainkan Tuhan yang harus jadi pegangan. Mungkin kita sering bertemu dengan kegagalan. Gagal, dan gagal lagi. Hati pun terasa kesal. Kenapa selalu gagal? Tidak seperti teman-teman. Stop membanding-bandingkan.
Sadari, bahwa dalam hidup ini tidak ada yang namanya kegagalan, tapi yang ada adalah pembelajaran. Ketika Tuhan menutup jalan, itu artinya Ia sedang memberikan kepada kita kesempatan. Untuk berserah, bertumbuh, berubah, dan kesempatan untuk berbuah.
Jangan memaksa diri untuk memengang semua kontrol, tapi cobalah untuk ngobrol. Kita ngobrol dengan jujur dan terbuka dengan Tuhan Yang Maha Kuasa. Jalani hidup dengan tujuan dan dengan kesungguhan hati. Meskilun tidak ada yang mengulurkan tangan, tapi jangan pernah kehilangan harapan.
“Ketidakberdayaan adalah sebuah situasi, tapi keputusasaan adalah sebuah keputusan.”
Tetap semangat. Karena hidup adalah kesempatan untuk menyalurkan berkat Allah.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

