“The people were astonished at his teaching, for he taught them as one having authority” (Mark 1: 22).
…
| Red-Joss.com | Mereka yang berkumpul dan dekat Yesus menjadi kagum dengan pengajaran-Nya. Mereka kagum tidak hanya dari yang dilihat, tapi dari apa saja yang telah mereka rasakan dan alami.
Sabda Yesus seperti energi yang memberikan efek ganda: membuka mata, telinga, pikiran, dan membuka hati orang yang berada di sekitar-Nya.
Faktanya, hal itu yang dicatat sebagai kesaksian. Mereka kagum dan secara spontan membedakan pengajaran Yesus dengan para ahli Taurat.
Bagaimana di zaman ini, kita bisa mendapatkan pengalaman efek ganda saat membaca, mendengar, dan merenungkan Sabda-Nya? Apakah kita harus mendengarkan pengajaran dari orang lain? Atau dari pengalaman sendiri?
Kedua pengalaman itu bisa dialami, ketika kita memiliki kerinduan yang dalam untuk makin mengenal dan dekat dengan Yesus.
Kerinduan itu yang membuat kita menjadi haus untuk mendengarkan Sabda-Nya. Karena rasa rindu itu yang akan menuntun dan membuat kita mempunyai ketekunan dan kedisiplinan untuk membaca, merenung, dan melaksanakan Sabda-Nya dalam hidup keseharian.
Kerinduan itu yang sesungguhnya mendidik kita menjadi taat. Sebab dari setiap pribadi yang melewati proses ini akan terkagum-kagum dengan Sabda-Nya yang dibaca, didengarkan, dan direnungkan. Sabda-Nya lain daripada yang lain. Karena ada kuasa yang mengalir di tempat ini, di hati kita. Amin.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

