| Red-Joss.com | “Pernahkah hidup kita dicurigai dan dipertanyakan oleh orang lain? Pernahkah hidup kita membuat tidak nyaman atau iri orang lain? Atau pernahkah kita diinterogasi oleh orang lain?”
Dalam Injil hari ini, Yohanes diinterogasi oleh beberapa imam dan orang Lewi. Mereka datang dan bertanya kepadanya, “Siapa kamu?” Yohanes dengan terus-terang menjawab mereka, bahwa dia bukan Mesias.
Mereka membalas tanggapannya dengan meminta Yohanes memberi tahu siapa sesungguhnya dia. Mereka bertanya apakah dia itu Elia atau apakah ia adalah “Dia yang akan datang.”
Yohanes dengan jelas mengatakan kepada mereka, bahwa peran dan misinya adalah mempersiapkan jalan bagi Mesias.
Namun, para imam tidak puas dengan tanggapannya. Mereka terus membombardir Yohanes dengan pertanyaan.
Akhirnya, Yohanes menjawab dengan menyatakan bahwa dia adalah “suara yang berseru di padang gurun”.
Apakah dari penjelasan itu mereka mengerti atau akan terus-menerus bertanya.
Saya kira cukup untuk mendengarkan ‘suara itu’. Apa makna dari ‘suara itu’?
Pesan dari suara itu adalah supaya yang mendengarkan suara itu bertanggung jawab dengan hidupnya.
Supaya suara itu menjadi jelas, maka kita diundang untuk melihat hidup kita.
Jangan terlalu sibuk melihat hidup orang lain atau jangan terlalu banyak berpikir tentang hidup orang lain.
Lihat hidup kita! Apakah hidup kita sudah benar?
Sekarang, jangan mempertanyakan hidup orang lain. Lebih bijak, kita bertanya tentang hidup diri sendiri.
Hati-hati. Karena bisa terjadi, orang yang kita pertanyakan hidupnya itu memiliki peran yang sesuai dengan tanggung jawabnya. Sedangkan kita? Ternyata selama ini kita tidak pernah bertanggung jawab dengan peran hidup kita. Bahkan bisa jadi, hidup selalu mengecewakan banyak orang.
Saatnya kita menginterogasi diri sendiri, dan jadilah baik!
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

