| Red-Joss.com | Mengawali Tahun Baru 2024, untuk apa? Menjadi pribadi yang lebih ‘kairos’ (bermutu, bermakna, baik, dan jujur).
Mari kita jalani hari-hari di tahun 2024 ini lebih dari hanya waktu yang terjadi dan tercatat (kronos).
Konon, arti tanggal 1 berhubungan dengan kejujuran dan kebaikan hati. Orang yang lahir pada tanggal 1 memiliki sifat yang baik dan jujur, demikian tertulis dalam buku “Kitab Primbon Jawa Serbaguna.”
Landasan kita bukan Primbon, tapi Firman Allah. Kita jiwai hari-hari kita di tahun 2024 ini dengan semangat pemungut cukai.
Bagi Yesus, pemungut cukai itu dibenarkan, karena dalam hidupnya ia percaya hanya kepada rahmat dan bela kasih Allah. Ia menyerahkan seluruh dirinya kepada belas kasih Allah itu (Luk 18: 14).
Setiap orang, siapa pun dia dan apa pun jabatan serta perannya, pasti memiliki masa lalu seperti Maria Magdalena, Paulus , Zakeus dan banyak orang suci lainnya, yang memalukan dan menjijikkan, dalam bentuk yang berbeda-beda. Pasti mempunyai dan tidak harus diingkari. Kita harus tahu dan beranjak dari situ, kita tidak sekadar niat, tapi membuat resolusi, seperti Zakeus.
Tanpa resolusi, walaupun tahun berubah baru, mutu hidup kita tetap kronos.
Yang kita butuhkan adalah rahmat dan belas kasih Allah untuk berubah.
Selamat tinggal kronos dan selamat datang kairos yang menjiwai hidupku.
…
Jliteng

