| Red-Joss.com | Setiap menjelang pergantian tahun, saya selalu bertanya, “seandainya besok waktuku pulang. Jika belum, apa tugasku berikutnya?”
Bertanya, dengan bertanya pada diri sendiri, membuat saya harus siap sedia, jika kapan pun dipanggil untuk menghadap kepada Allah.
Berefleksi adalah jalan untuk makin mengenali diri sendiri. Sekaligus jalan untuk kian mendekatkan diri pada Yang Ilahi.
Dengan refleksi, saya belajar untuk menjadi pribadi yang jujur, rendah hati, dan bersikap benar. Untuk melihat perjalanan kisah hidupku, berani meminta dan memberi maaf pada yang bersalah agar saya ikhlas, jika waktuku tiba untuk pulang. Berdamai dengan diri sendiri agar saya makin siap untuk menyongsong masa depan penuh optimis, dan mengisinya dengan hal-hal baik dan positif.
Menjalani hidup ini dengan penuh rasa syukur dan memaknainya agar saya sungguh bahagia. Karena, bahagia yang berlimpah ruah itu bagai oksigen yang senantiasa kita hirup. Karena bahagia itu suasana hati yang kita diciptakan sendiri.
Jika saya dianugerahi dan diberi
kesempatan menyambut tahun 2024, hal itu yang harus saya syukuri dan isi dalam hidup ini adalah:
Sehat, hidup sehat lahir batin itu yang utama dan pertama. Dengan hidup sehat, saya dapat menjalani, mengisi hidup ini dengan pujian dan syukur pada Allah agar bahagia.
Sumber hidup sehat dan bahagia itu adalah kasih Allah. Apa pun yang dianugerahkan Allah itu harus disyukuri agar kita taat dan setia pada kehendak Allah. Hidup ini adalah nikmat-Nya, karena kita saluran berkat-Nya.
Sukses, hidup sukses itu tidak dilihat dari seberapa banyak harta yang dikumpulkan dan pencapaian kita. Tapi dari seberapa besar hidup kita bermanfaat dan berguna bagi orang lain.
Sejahtera, hidup yang sejahtera itu ketika kita selalu mencukupkan diri atas karunia Allah dan mensyukuri-Nya, karena hidup ini hikmat-Nya yang luar biasa. Hidup untuk berbagi, karena Allah murah hati.
Selamat, sesungguhnya tujuan hidup ini adalah agar kita selamat di dunia dan akherat. Caranya adalah dengan meneladani Guru Agung kita, yakni kita diutus tidak untuk dilayani, tapi melayani sesama.
“Siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya. Tapi barang siapa kehilangan nyawanya, karena Aku dan Injil, ia akan menyelamatkannya” (Mark 8: 35).
Semoga dengan berani jujur, rendah hati, dan semangat melayani, semua makhluk hidup bahagia.
…
Mas Redjo

