| Red-Joss.com | Rasanya tidak berlebihan, jika kita memberikan apresiasi kepada sosok Bapak kita masing-masing. Harus diakui, mereka mempunyai jasa yang besar, sehingga kita menjadi seperti sekarang ini. Harus kita pahami pula, bahwa karakter dan tampilan dari Bapak kita pasti berbeda satu dengan yang lain. Kita bisa melihat ada sosok Bapak yang lembut, sabar, keras, dan mungkin ada yang emosional. Kita pasti tahu dengan karakter dan tampilan mereka seperti itu.
Apa pun karakter dan tampilan mereka, kita harus menerimanya, sebab mereka adalah Bapak kita. Mereka tentu telah berproses dan berjuang untuk menjadi seorang Bapak yang baik dan bijaksana. Maka, kita juga harus menghargai dan menghormati perjuangan mereka.
Lihat cara Bapak mendidik, mengungkapkan cinta, dan kasih sayangnya kepada kita. Memang ada yang bisa dipahami langsung, tapi ada juga yang baru dipahami di kemudian hari. Tapi kita menangkap pesannya, bahwa mereka ingin agar kita di kemudian hari hidup bahagia. Dengan ketaatan sebagai anak, kita mau mengatakan, “Bapak, Tuntunlah Jalan Kami”.
Bapakku dan Bapakmu, memang tidak bersusah payah mengandung. Bapak tidak menyusui, menjagai setiap saat, dan pelukan Bapak kita memang tidak sehangat pelukan Ibu. Tapi darahnya telah mengalir di tubuh kita, dalam doanya nama kita selalu disebutnya. Cinta Bapak kita sama besarnya dengan cinta Ibu. Kita menjadi ada, karena kasih Ibu dan Bapak.
Bagaimana sosok Bapak bisa menuntun jalan kehidupan kita?
Pertama: Bapak adalah sesorang yang selalu berani mengorbankan dirinya untuk anak-anaknya. Saat kita menjadi seorang Bapak, jangan menjadi pribadi yang egois.
Kedua: Bapak adalah seorang yang selalu menjaga. Saat kita menjadi seorang Bapak, jangan mudah melarikan saat ada persoalan. Tapi
jadilah Bapak yang bertanggung-jawab.
Ketiga: Bapak adalah seorang yang membuat kita tidak kehilangan kepercayaan. Sosok Bapak sangat penting, karena dia itu menjadi ‘role model’ kita sejak kecil. Maka dia harus menjadi orang yang terpercaya.
Keempat: Bapak adalah seorang yang memberikan kepercayaan kepada kita. Dia tahu kita anak-anaknya: baik kelebihan dan kekurangannya. Dia juga harus tahu, bagaimana mempercayai anak-anaknya agar bertumbuh dan berkembang. Hingga saatnya Bapak berani untuk melepaskan kita pula.
Kelima: Bapak adalah seorang yang memberikan cintanya sampai akhir. Tidak ada istilah mantan Bapak. Sekali menjadi bapak, dia tetap Bapak kita untuk selama-lamanya. Maka kesetiaan cinta Bapak menjadi sangat penting.
Keenam: Bapak adalah seorang yang menuntun kita pada jalan yang benar. Pastikan, bahwa anak-anak Bapak bertumbuh dalam kepribadian dan iman yang baik. Jika harapan-harapan ini terpenuhi dalam sosok Bapak, maka kita yakin perjalanan hidup kita sebagai anak menjadi baik.
Terima kasih Bapak untuk cinta, pengorbanan, dan pengertiannya. Doa kami selalu menyertai Bapak.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

