| Red-Joss.com | Ketika pindah profesi, dari seorang jurnalis menjadi pedagang, banyak teman mengomentari saya sebagai kapitalis! Lho, apa ada yang salah menjadi kapitalis?
Alasan mereka, saya bakal jadi pribadi yang egois dan kehilangan jiwa berkesenian. Berdagang untuk mencari keuntungan sebanyak-banyaknya dan memperkaya diri.
Saya tersenyum tidak menanggapi. Tidak ada gunanya menyanggah, membela diri, dan apalagi untuk berdebat menjelaskan. Karena hal itu tak ada gunanya, membuang energi, dan capai hati sendiri.
Bagi saya pribadi, berkesenian itu tidak sebatas berkarya lewat tulis menulis. Ada juga seni berbisnis, seni memberdayakan orang dalam berwirausaha, dan sebagainya.
Faktanya, saya senang berbagi trik bisnis dan motivasi pada pelanggan atau orang yang mulai wirausaha, dan ingin maju. Bagaimana cara mengelola dan mengembangkan usaha.
Fakta yang lain, saya melakukan semua itu dan bahagia. Lalu, apa sesungguhnya yang dicari dalam hidup ini, jika bukan hidup damai sejahtera dan bahagia?
Kebahagiaan saya mempunyai nilai plus, ketika umkm yang bersinergi dengan saya menjadi berkembang
dan maju. Sehingga makin banyak orang yang diberdayakan.
Saatnya, kita harus berani melihat dengan jernih diri sendiri, apa pun profesi dan peran hidup kita di dunia ini. Kita juga tidak harus menilai dan menghakimi orang lain, jika kita tidak siap dinilai dan dikritik.
Karena sesungguhnya, hidup ini menjadi bermakna, ketika hidup kita menuju arah yang benar untuk bertumbuh kembang dan berbuah. Hidup baik, dan terus bertambah baik.
Hidup ini sungguh bermakna bagi sesama, ketika kita menanggapi karya Allah dalam hidup ini sebagai pertanggungjawaban kita kepada-Nya.
Tetap semangat dan hidup makin bermakna bagi sesama sebagai pujian syukur kita kepada Allah.
…
Mas Redjo

