“Satu pilihan membawa perubahan, satu keputusan menentukan masa depan.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Dalam hidup ini kita sering mengharapkan orang lain, baik teman, pasangan, saudara, sahabat, pimpinan, dan diri kita berubah. Bahkan tidak jarang kita cenderung memaksa. Apakah keinginan itu selalu berhasil?
Kita tidak akan bisa merubah seseorang, kecuali kita hanya bisa memberi saran, memotivasi dan memberi teladan. Keputusan terakhir tetap pada orang itu.
Untuk berubah itu memang butuh waktu dan proses. Setiap orang berbeda, ada yang cepat dan tidak sedikit lamban.
Berikut ini alasan kenapa orang sulit berubah.
Pertama: tidak ada kesadaran. Sebuah perubahan berawal dari sebuah kesadaran. Untuk berubah, memperbaiki diri, dan untuk menjadi lebih baik.
Kedua: tak ada kemauan. Meski ingin berubah, tapi semua sebatas ingin, … dan sekadar keinginan. Belum ada kemauan besar. Padahal untuk berubah itu harus memiliki alasan kuat. Biasanya ada dua alasan, yakni untuk menyenangkan plaesure, dan untuk menghindari penderitaan. Apa pun itu menjadi awal untuk perubahan.
Ketiga: tidak ada teladan. Untuk berubah perlu ‘role model’. Teladan yang baik, menyentuh, dan menjadi motivasi perubahan diri. ‘Role model’ adalah cara tepat dan mudah untuk berubah.
Keempat: tidak ada batasan. ‘Deadline’ menjadi penting dalam perubahan. Makin tidak jelas deadline, kian cenderung kita untuk menunda. Padahal deadline itu memotivasi kita untuk tentukan prioritas. Lakukan sekarang, mulai saat ini.
Kelima: tidak ada hukuman. Jangan menunggu kena batu baru berubah. Karena alasan masih sehat, muda, dan lancar. Perubahan itu manfaatnya tidak untuk orang lain, tapi untuk diri sendiri.
Jangan sia-siakan kesempatan yang diberikan Tuhan. Ingat satu pilihan membawa perubahan, satu keputusan itu menentukan masa depan.
Semangat perubahan untuk jadi baik, dan makin baik lagi.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

