| Red-Joss.com | Kasih Allah itu jauh lebih besar dari jangkauan nalar yang mampu kita bayangkan.
Saat seorang Ayah begitu gigih meyakini pandangan dan keyakinannya, bahwa yang masuk Surga, Neraka, dan Purgatorium (Api Penyucian) itu sudah ditetapkan oleh Allah.
Tiba-tiba dia termangu dan tersedu, ketika kukatakan, “Oh, jadi Yeyen itu sudah ditetapkan tidak masuk surga?”(karena dia telah meninggalkan suaminya yang sah, dan tidak lagi ke gereja).
Dalam nada suara yang tidak berdaya, si Ayah bertanya: “Apa yang harus kami buat untuk menyelamatkan anak kami?”
“Mungkin di dunia ini tidak bisa lain kecuali kita tetap mengasihi, berdoa dan membantunya.”
Dengan sedikit iseng saya melanjutkan, “Jika suatu ketika Tuhan memanggil panjenengan berdua untuk masuk surga, mintalah izin untuk sementara berada di depan pintu Surga dulu.”
Dengan wajah agak tidak paham, Ayah itu bertanya “Mengapa, Mas?”
“Agar panjenengan diberi kesempatan oleh Tuhan menunggu semua anak, termasuk Yeyen, sampai dan bersama masuk Surga.”
Rendaman kasih yang sepi dihembus angin sunyi, mengering di ujung penantian yang tidak berakar dan tak berpucuk, layu dalam senyapnya tangis.
Namun kini kembali berseri dan bersemi oleh lahir-Nya Sang Cinta tak terbatas di Palungan Betlehem.
Salam sehat berlimpah berkat.
…
Jlitheng

