| Red-Joss.com | Sahabat grup Ikafite, yang kini menjabat dubes RI untuk Vatikan, berbagi inti khotbah Bapa Paus Fransiskus yang mengatakan, bahwa Natal sebagai tanda dan pesan harapan paling kuat di dunia saat ini digelapkan bayang-bayang ketakutan dan ketakpastian.
Bayang-bayang ketakutan dan ketidakpastian, tidak hanya muncul, karena perang seperti di Gaza, Ukraina, Yaman, dan bagian belahan dunia lain. Tapi digelapkan juga oleh ketamakan dan kerakusan-kerakusan duniawi dalam berbagai macam bentuk dan manivestasinya.
Kerakusan membutakan mata hati, mematikan kepedulian pada orang lain, karena mengutamakan diri sendiri. Korban dari ketamakan adalah mereka yang lemah, tidak berdaya dan tak punya keberanian untuk bersuara…
Dibungkam oleh keinginan tidak teratur yang lahir dari jati diri yang bagaikan gelas-gelas pecah, dengan serpihan-serpihan tajam lewat kata sindiran dan laku eksploitatif tak adil serta diskriminatif yang melukai orang di sekitarnya.
Sebuah refleksi tajam, tapi diperlukan sebelum kita beranjak memasuki tahun baru 2024.
Kita bersatu dalam lagu:
Tinggal Padaku…
Tinggal padaku, Yesus Tuhanku
Sudah pagi, janganlah berlalu
Siapa ‘kan menolong hamba-Mu?
Hanya Engkau, tinggallah padaku
Di dunia, berubah semua
Hormat dan nama, hilang dan musnah
Bahagia tetap pada Yesus
Yang tak berubah, tinggal padaku.
Salam tetap sehat. Jangan biarkan diri jadi serpih yang membutakan.
…
Jlitheng

