“Mencari hikmat Allah dalam setiap peristiwa hidup, karena kasih-Nya dinyatakan!”
…
| Red-Joss.com | Jangan mempunyai anggapan, bahwa seberat dan sepahit apa pun peristiwa hidup ini untuk menghukum perbuatan manusia. Tapi sesungguhnya Allah menyapa, mengingatkan, dan mengasihi kita agar kita setia pada-Nya.
Jangan beranggapan pula, bahwa bencana alam yang dahsyat dan timbulkan banyak korban jiwa itu sebagai hukuman Allah, karena kita menjauhi dan meninggalkan-Nya.
Sesungguhnya Allah tidak pernah meninggalkan kita, bahkan IA selalu menyertai kita (Mat 28: 20) agar bahagia.
“Lebih baik satu orang berdosa yang bertobat, daripada 99 orang benar tanpa memerlukan pertobatan” (Mat 15: 7).
Ketika kita menjauhi, atau bahkan meninggalkan Allah, IA akan mencari untuk menemukan kita kembali. Karena IA adalah Gembala yang baik dan setia.
Belajar mengasah kepekaan hati itu yang saya lakukan untuk menyikapi peristiwa dalam hidup ini guna memahami rencana dan kehendak Allah.
Hal yang tidak mudah, tapi saya mencoba menemukan benang merah untuk memaknai peristiwa hidup ini sebagai anugerah Allah yang luar biasa.
Semula saya berpikir, ketika jabatan dari tenaga kreatif ke pemasaran itu berarti turun gengsi atau aib, tapi ternyata hal itu menjadi jalan hidup dan profesi saya untuk wirausaha mandiri.
Ketika rumah yang saya panjeri untuk dibeli itu diserobot tetangga, ternyata Allah memberi rumah yang lebih besar, strategis, dan murah.
Ketika penyakit saya tidak kunjung sembuh, meski telah berobat ke RS, ditangani tenaga ahli, hingga ke berobat ke luar negeri. Ternyata saya sembuh, karena makin sujud kepada-Nya untuk mudah bersyukur dan berserah ikhlas.
Dengan membangun relasi kasih makin dekat Allah, saya merasakan gelombang kasih-Nya itu mengalir tiada henti dan dahsyat bagai tsunami.
Mukjizat Allah menjadi nyata. Karena tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya dan mengimani-Nya.
…
Mas Redjo

