“Live one day at the time.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Setiap dari kita pernah mengalami masa susah. Masa di mana hidup ini penuh masalah dan beban ini amat berat. Helaan nafas pun terasa menyesakan. Jadinya meratapi nasib, menyesali diri dan menangis tiada henti. Bahkan rasanya ingin bunuh diri.
Kita rasanya ingin pergi atau berteriak. Kenapa semua ini terjadi? Kenapa Tuhan memberi cobaan bertubi-tubi?
Sesungguhnya bukan hanya Anda, saya, dan kita semua juga pernah mengalami. Rasanya amat besar kekhawatiran ini dan banyak ketakutan. Masalah satu belum selesai datang masalah lain mendera. Kita manusia tempatnya bersalah, bermasalah, dan berdosa.
Itulah kenapa Tuhan memberi kita akal budi, pikiran, dan hati nurani untuk menimbang. Kita bisa memikirkan banyak persoalan dalam waktu bersamaan. Namun sayangnya kadang itu tak berujung baik. Karena banyak dari kita terbebani oleh pikirannya sendiri. Mikir kesehatan, keuangan, rekan, pasangan, cicilan, masa depan, dan belum lagi memikirkan apa kata orang.
Apa kata orang kadang menambah beban tak semestinya. Tanpa disadari beban pikiran itu makin hari makin membesar. Menyedot energi, beban bertambah lagi, bahkan bisa membuat stres dan depresi. Ketika kita merasa gunung dihadapan terlalu tinggi untuk didaki. Ketika diri terperangkap di jurang yang terlalu dalam, kita merasa tak sanggup lagi dan ingin berhenti.
Coba terapkan kata ini: jalani hidup hari demi hari. Terima dan syukuri setiap peristiwa. Berproseslah dan jangan bayak protes. Berserah pasrah pada Tuhan Sang pemilik kehidupan.
Sesungguhnya peristiwa demi peristiwa hidup itu terjadi agar makin mendewasakan iman kita untuk setia kepada Allah.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

