“Manusia adalah makhluk yang bekerja.”
…
| Red-Joss.com | Saya sangat setuju dengan pernyataan itu. Hal itu juga ditegaskan oleh Santo Paulus yang mengatakan, “Jika seseorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan” (bdk. 2 Tes 3:10).
Sebelum saya masuk sekolah, kalau ditanya soal cita-cita. Saya bercita-cita untuk menjadi seorang polisi. Kemudian kelas satu SD saya bercita-cita menjadi guru seperti Bapak. Tapi kelas 3 SD, setelah selesai Doa Rosario di Gereja, saya merasakan, bahwa Tuhan memanggil saya untuk menjadi Romo. Saya ingin menjadi Romo seperti Rm. Martin Van Ooij, SCJ yang amat dekat dan baik dengan semua orang, khususnya anak-anak.
Seiring berjalannya waktu, jalan menuju imamat saya tekuni, dan sekarang pelayanan sebagai imam sedang saya jalani. Menjadi romo seperti Rm. Martin sudah terjadi, melayani umat dan dekat dengan anak-anak juga pernah saya alami: khususnya saat tugas di paroki, di seminari dan sekarang berziarah di tanah misi.
Dari pekerjaan-pekerjaan yang dilewati itu banyak nilai yang didapatkan:
- Pertama: dengan bekerja membuat hidup kita mempunyai makna.
- Kedua: dengan bekerja membuat hidup kita mempunyai manfaat dan berguna.
- Ketiga: dengan bekerja membuat kita bisa mengekspresikan diri.
Memang, bekerja itu melelahkan: fisik maupun psikis. Tantangan yang paling terasa adalah: bosan dan malas. Kalau penyakit bosan dan malas datang, hari-hari itu menjadi semakin berat dan berjalan lambat.
Cara jitu supaya tetap semangat adalah ingat dua pernyataan yang saya sebut di atas tadi, “Manusia adalah makhluk yang bekerja.” Juga seperti yang dikatakan Santo Paulus: “Jika seseorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan” (bdk. 2 Tes 3:10).
Saya sungguh bersyukur, karena diberi pekerjaan oleh Tuhan untuk menjadi imamnya dalam pelayanan di mana saja saya diutus.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

