Simply da Flores
…
Aku sendiri di tengah keramaian
menunggu kereta di stasiun
Mungkin juga banyak yang sepertiku
Ada bersama hidup di keramaian
tetapi menyendiri sibuk mengejar kebutuhan
Berkelahi dengan ruang dan waktu
bergulat dengan deru debu
menjahit luka di dalam kalbu
menyeka derai air mata dengan senyum
berkelana siang dan malam
Saat ini diperingati sebagai Hari Ibu
Aku perempuan dan sudah ibu
Aku melahirkan anak perempuan
yang kodratnya akan menjadi Ibu
Entah kenapa….
terbersit pikiran tentang nasibku
Terlahir perempuan dan sudah menjadi Ibu
Teringat semua kenangan tentang Ibu
yang sekarang sudah berpulang dan tinggalkan pusara
Terlihat perempuan, gadis dan para ibu
hilir mudik di stasiun kereta
“Apakah nasib kami seperti rel kereta
Tempat para lelaki dan anak cucu menggilas siang dan malam?”
Menunggu kereta untuk pulang
Pulang ke kampung lahirku
Pulang meniti jejak mendiang ibuku
Pulang menjumpai anak perempuanku
Pulang menyusuri jejak langkahku
Pulang ke dalam diri pribadi
Pulang melihat rel kehidupanku
Pulang merangkul kemarin untuk meraih esok
Menumpang kereta rindu damba
dari stasiun fakta ke stasiun harapan
dari kota kata ke kota ayat
dari perpisahan ke perjumpaan
dari duka lara derita ke sukacita bahagia
Lalu….
ke jalan lain dan pulang
Menanti di stasiun kereta
adalah kesempatan berkaca berdandan
Sudah sekian kali aku alami tanya
dengan warna-warni kisah cerita
Mungkin bisa menjadi sebuah buku
“Catatan Jejak Aksara di Stasiun”
Atau bisa juga kuberi judul
“Rel Nasib Perempuan dan Ibu”
Atau
“Perempuan, Ibu dan Rel Kereta”
Dan
masih banyak judul lain
Perempuan itu segalanya
Bisa jadi apa saja
Untuk mengandung sejuta harapan
Untuk melahirkan putra-putri suka duka dan derita bahagia
Perempuan ditakdirkan menjadi ibu
Ibu seperti Stasiun, Kereta dan Rel
Stasiun bagi pergi datang anak generasi
Kereta kasih sayang mengantar putra-putri
Rel doa bagi kehidupan jiwa raga
Dan
semesta memeteraikan sorga di telapak kaki ibu
Perempuan dan ibu adalah adventus dan natal
Penantian itu jembatan antara harapan dan kepastian
Menunggu itu melukis wajah ruang dan waktu
Dan
Kehidupan itu menjelma dalam adventus dan natal
“Menanti sebuah kelahiran silih berganti
dalam diri setiap pribadi
dengan kisah cerita warna-warni
hingga waktunya tiba untuk pulang”
…
Foto Ilustrasi: Istimewa
…
…

