| Red-Joss.com | Dalam homili Romo mengungkap tentang identitas gereja Katolik: ‘Satu, Kudus, Katolik dan Apostolik’. Satu, ya satu, tidak pecah belah, satu paguyupan dalam iman. Kudus, hanya jika makin dekat dengan Kristus. Katolik, siapa pun berhak memperoleh keselamatan, jangan menghambat; dan Apostolik, hidup ini harus menjadi tanda kebenaran, ‘ora mung ketoke’ dan ‘sak karepe dewe’ (tidak hanya tampak dan sesuka hati sendiri).
Saya membayangkan, dengan jumlah umat hampir 13.000, sosok gembala yang seperti apa yang sanggup menjalankan perannya?
Dia harus seorang Gembala yang baik, seperti dalam Johanes (10: 13-14) harus ‘gigih’ (tidak main-main dengan dirinya sendiri seperti orang upahan, tidak rapuh dan mudah tergoda). Hatinya tulus, sederhana, dan jujur. Bukan hati yang sombong, pendendam, pemarah, dan yang cemburu. Gembala yang memiliki ‘nalar sehat’ agar setiap keputusan yang diambilnya selalu berpihak pada nasib seluruh umatnya.
Untuk dapat menjadi sosok gembala yang baik seperti dilukiskan dalam Johanes 10: 13-14, tidak ada cara lain kecuali akrab dan erat bersahabat dengan Guru Sejati.
Salam sehat dan kita saling mendoakan. Tanpa itu kita akan rapuh dan mudah lupa, kendati masih muda.
…
Jlitheng

