| Red-Joss.com | Beberapa kali Tuhan Yesus mengungkapkan pujian kepada pribadi-pribadi tertentu. Karena tindakan baik dan kisah-kisah dari pribadi yang mengesankan itu.
Coba simak pujian spontan Yesus kepada seorang janda miskin yang memberikan uang persembahan. Yesus memuji seorang perwira yang mohon kesembuhan untuk hambanya yang sakit; pujian kepada sahabat dari si lumpuh, dan pujian kepada seorang wanita siro-finesia yang amat gigih minta kesembuhan untuk anak perempuannya.
Yesus memuji pribadi-pribadi yang mengagumkan dan mengesankan itu.
Dalam Injil hari ini, Tuhan Yesus memberikan pujiannya kepada Yohanes Pembaptis. Siapa yang tidak kenal Yohanes Pembaptis? Tokoh yang selalu menginspirasi kita di masa Adven.
Yohanes Pembaptis dikenal sebagai pribadi yang jujur dan rendah hati. Ia adalah tokoh motivator yang mengajak pertobatan untuk bersih-bersih diri menyiapkan jalannya Tuhan.
Sesungguhnya, pujian itu layak diberikan kepada siapa pun yang layak dan pantas untuk mendapatkannya.
Di sekitar kita, tentu ada banyak pribadi yang patut dipuji, tapi kita selama ini lupa untuk memujinya. Berikanlah pujian itu, karena dia memang layak dan pantas untuk mendapatkannya.
Kita jangan mudah mencari-cari kesalahan dan menjelek-jelekkan orang lain. Karena banyak hal baik yang telah dilakukan, dikorbankan dan disumbangkan mereka.
Biasanya, ketika kita tidak bisa memuji, karena kita inginnya dipuji. Padahal memuji diri sendiri itu penyakit jiwa. Jika ingin dipuja dan dipuji terus, berarti kita gila pujian.
Yang paling pas itu teladan Tuhan Yesus. Dia dipuji dan spontan juga memberikan pujian pada orang lain. Karena itu contohlah Dia.
Kita dapat memberi apresiasi dan pujian itu pada orang di sekitar kita, dan dimulai hari ini…
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

