Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Terbanglah mengitari bentangan langit biru, setangguh rentangan kepak sayap elang rajawali.”
(Motivasi Hidup Tangguh)
…
| Red-Joss.com | Burung elang rajawali dikenal sebagai raja angkasa biru. Tak pelak burung cantik dan gagah ini dikenal sebagai pemberani yang rela terbang sendiri mengitari angkasa biru. Kepak sayapnya sungguh tangguh.
Mari kita tinggalkan ketangguhan sang elang rajawali. Kita cermati dengan saksama pengajaran hidup sejati berikut ini!
- Belajar untuk mengalah, sampai tak seorang pun bisa mengalahkanmu.
- Belajar untuk merendah, sampai tak seorang pun sanggup merendahkanmu.
- Belajar untuk setia, sampai tak seorang pun sanggup mengalahkan kesetiaanmu.
- Belajar untuk bersikap jujur, sampai tak seorang pun sanggup mengalahkan kejujuranmu.
- Belajar untuk mengampuni, hingga tak seorang pun mampu mengalahkan kemampuanmu untuk mengampuni.
Saat membaca dan mendengar ajakan dan motivasi ini, mungkin tidak seorang pun dari kita yang sanggup melaksanakannya.
Kita sungguh sadar, bahwa sesungguhnya, tidak mudah untuk bersikap konsisten menerapkan prinsip-prinsip agung ini.
Mengapa hal ini sangat berat? Karena manusia telah mendasarinya atas pengalaman hidupnya.
Bukankah kenyataan hidup ini telah membuktikan, bahwa sungguh, betapa sulitnya seorang manusia untuk rela mengalah, merendah, bersikap setia, dan jujur. Apalagi soal mengampuni.
Tetapi didaktika hidup sejati, telah mengajak kita untuk rela dan berani bersikap tegas, kepada diri kita sendiri. Kita perlu bersikap berani dan tangguh untuk mengalah demi suatu kebaikan bersama.
Justru itulah sebuah kemenangan yang sesungguhnya, itulah ketangguhanmu!
“Mari belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati.”
(Yesus Kristus)
…
Kediri, 15ย Desemberย 2023

