Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Ke mana pun Anda berlangkah, selalu saja ada risikonya.”
(Didaktika Hidup Arif)
…
| Red-Joss.com | Sungguh, sudah tak dapat dibantah lagi, bahwa negeri kita ini, sangat kaya dengan estetika bahasa, berupa pepatah petitih.
Warisan budaya agung yang sangat mengayakan budaya bahasa kita. Sebuah warisan yang sudah melekat erat dan menyatu dengan keberadaan masyarakat kita.
Pepatah “Bagai telur di ujung tanduk” ini mirip dengan, “Genting menanti putus, biang menanti tembuk.”
Makna sentralnya adalah, “Suatu keadaan berbahaya atau genting.” Suatu keadaan atau kondisi yang sangat tidak kondusif.
Hidup kita ini sejatinya, tidak luput dari keadaan bahaya alias kondisi genting. Ada-ada saja faktor penyebabnya yang berdampak tidak kondusif ini.
Dapat terjadi sebagai ekses dari tindakan keliru atau salah kita sendiri atau sebagai ulah dari pihak lain. Jadi, dapat disebabkan oleh faktor internal dan eksternal.
Kondisi ‘bagai telur di ujung tanduk,’ dapat mengingatkan kita akan sebuah realitas pahit pedih. Suatu keadaan yang mencekam dan berantakan, yang tentu dibutuhkan suatu tindakan konkret agar segera dapat keluar dari kemelut ini.
Tidak jarang, secara rohani spiritual, kita pun sering berada di dalam kondisi ini. Kita sudah diingatkan lewat pesan rohani dari kitab suci keagamaan kita.
Saya teringat akan sebuah peristiwa mengerikan, saat terjadi badai alias angin ribut di danau Galilea. Saat itu, Yesus sedang tertidur pulas.
Para murid pun dihantam kegelisahan dan ketakutan besar. Mereka takut jangan sampai perahu mereka akan tenggelam dan mereka pun seketika akan binasa.
“Guru, kita akan binasa.”
“Mengapa kamu takut?”
Kepada badai, Dia berseru, “Diam dan tenanglah!” Maka, seketika tenanglah air danau itu.
Saudara, melalui peristiwa rohani ini, semoga kita pun mampu diingatkan kembali, agar selalu bersikap arif dalam menghadapi kemelut hidup ini.
Kita pun disadarkan, agar selalu meminta tolong kepada Tuhan, yang seolah tertidur alias tidak tampak kuasa-Nya di dalam kemelut hidup kita.
Sesungguhnya saudara, Tuhan kita tidak pernah tidur! (Gusti ora sare)
…
Kediri, 13ย Desemberย 2023

