“Stop thinking about everything so much, you’re breaking your own heart.” – Rio, Scj
…
| Red-Joss.com | Berpikir secara berlebihan, itu yang sering kita lakukan, dan manusiawi. Tapi, jika apa-apa terlalu dipikirkan itu yang membuat kita pusing sendiri. Awas, nanti rambut pada rontok…
Mungkin kita pernah mengalami, terlalu banyak berpikir. Apakah itu berpikir kesalahan, kegagalan, masa depan, dan parahnya lagi, jika kita mendramatisir hal itu. Hidup jadi tidak tenang, dan tidur pun tak nyenyak.
Biasanya orang yang banyak pikiran ini akan terlalu khawatir terhadap banyak hal. Semuanya dipikirkan, bahkan untuk hal-hal yang belum tentu terjadi. Jika kita berpikir demi merencanaan masa depan itu baik. Sebaliknya khawatir dan takut berlebihan itu kurang baik. Hidup kita juga jauh dari rasa bahagia.
Banyak berpikir dan mendramatisir itu melemahkan dan melelahkan. Lelah otak, mental, fisik, dan berbagai penyakit pun mudah berdatangan, dari yang depresi, stres, maag, vertigo, dan sebagainya. Belum lagi, jika yang dipikirkan itu ternyata jauh dari kenyataan.
Stop banyak pikiran dan mulai bekerja. Memikirkan sesuatu, cara, perencanaan, dan strategi itu penting, tapi berpikir saja tidak akan mengubah apa pun tanpa melakukannya. Lakukan dan perbuatlah. Mungkin tindakan yang kita lakukan itu kecil, mungkin juga gagal, salah dan susah. Tapi bila kita berbuat sesuatu itu yang akan membawa perubahan. Tindakan yang disertai pemikiran dan perencanaan itu bentuk ideal yang menbawa perubahan. Memikirkan saja itu tidak cukup. Berpikir itu penting, tapi berpikir dan bertindak itu jauh lebih penting.
Mulai bekerja dan berdoa. Makin lengkap lagi, selain berpikir, melakukan, kita juga perbanyak doa. Karena hidup bukan hanya soal pencapaian, tapi juga pemenuhan, dan pemaknaan. Penghargaan boleh berderet, deposito boleh miliaran, gaji boleh tinggi, tapi kalau semua itu tidak disyukuri tidak akan jadi rezeki. Perbanyak berdoa, maka pemikiran akan berguna. Perbanyak berdoa, maka perbuatan itu bakal mendatangkan bahagia. Seimbangkan ketiganya itu agar hidup penuh makna dan Tuhan pun akan menanti di surga.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

