Fr. M. Christoforus, BHK
“Sebuah refleksi akan akhir ziarah hidup sang manusia”
(Merefleksikan saat-saat akhir hidup)
…
| Red-Joss.com | Aku telah melihat lewat mata kepalaku sendiri, serta menyadari lewat kesadaran nuraniku bersama sekian miliar anak manusia di bumi maya ini. Aku pun telah mendengar jeritan sang derita kita lewat getaran lembut dedaunan telinga jiwaku. Bahwa ternyata, hidup ini akan berakhir di sini. Berakhir lewat cara dan saat yang masih diselimuti kabut misteri.
Ya, sungguh, ziarah hidup ini akan berakhir di sini, di atas bongkahan meringis bebatuan tajam menghujam duka. Hukum kehidupan pun telah berjuta tahun mengumandangkannya.
Bahkan, lewat pesan nan sangat agung, kitab suci keyakinan kita manusia, bahwa sesungguhnya, batas umur kami, 70 atau 80 puluh tahun jika kami kuat. Seluruhnya diselimuti kabut duka. Tuhan, Sang Gusti Allah kami, sungguh, betapa mulia nama-Mu.
โAku telah Melihat,โ artinya, aku sang anak manusia dina papa ini, sudah sungguh melihat, bahwa sang duka nestapa datang menghadang kami, entah kapan saja saatnya.
Saya teringat akan seuntai adagium Latin, ‘Hodie mihi cras tibi‘ ‘hari ini saya, besok giliran engkau.’
Tulisan kecil ini sebagai sebuah refleksi, demi menyadarkan kita, sang anak Adam yang terpental jatuh dari langit dan kini sedang bergulat di bumi maya ini. Agar kita pun senantiasa menyadari akan datang dan tibanya saat yang paling mendebarkan ini.
Sudah cukup sering, Sang Penguasa Kehidupan ini berpesan, agar kita pun berjaga-jaga, karena kita tidak tahu, kapan dan pukul berapa sang pencuri jiwa itu akan datang.
Sungguh benar, bahwa hidup itu ibarat ‘numpang minum segelas kopi pahit.’ Setelah tetesan isi gelas kehidupan ini kosong, bersiaplah untuk segera beranjak pergi.
Pegangi dan rangkul erat mesra tongkat iman kita. Berjalanlah ke arah mana sang jiwa kita dipapah. Di sana, akan terpancar secercah cahaya gemerlap di lembah kekelaman jiwa.
Tuhan, aku telah hadir di hadapan-Mu. Mengikuti seruan panggilan kehendak suci-Mu. Inilah aku!
Sang Maha Suci pun bersabda, “Aku telah melihatmu berjuang keras seorang diri di atas kerontang bumi. Semuanya telah berakhir di sana, dan kini engkau telah berdiri di hadapan-Ku.”
Sungguh, jasadmu akan kembali melebur dengan bumi, tetapi jiwa suci-Mu akan kembali kepada-Ku!
Aku, sungguh telah melihat isi kehidupanmu.
…
Kediri, 10ย Desemberย 2023

