| Red-Joss.com | Suatu siang ketika kembali dari kampus, saya melewati jalan kompleks yang paginya saya lewati. Sekitar 50 m sebelum ujung jalan ada tanda yang bertuliskan “Hati-hati. Jalan sedang diperbaiki.”
Saya terus saja dengan berpikir, bahwa jalan masih bisa dilewati, tetapi harus hati-hati. Ternyata saya keliru, karena jalan ditutup. Karenanya saya berhenti, memutar dan berbalik ke belakang untuk mencari jalan lain. Memang agak mengganggu, sebab untuk mencari jalan lain yang benar butuh waktu cukup lama.
Dalam kehidupan ini, kita sepakat, bahwa sesungguhnya tidak ada orang yang luput dari salah jalan. Sepakat pula, bahwa salah jalan bukanlah akhir dari sebuah perjalanan.
Iman akan membimbing hati dan pikiran kita, bahwa Tuhan mampu merubah keputusan keliru yang kita buat menjadi sesuatu yang berakhir baik. Yang penting kita mau dan berani berubah, untuk berjalan lagi sesuai kata hati.
Njero ati iki obore, Dik. Sing biso nuduhke endi bener endi minger. Rak yo ngono to? (Dalam hati itu ada obor, Dik. Yang bisa menunjukkan mana benar mana salah. Bukan begitu?)
Salam sehat dan jangan bimbang mencari terang.
…
Jlitheng

