Red-Joss.com – Sekiranya kita disuruh memilih antara profesi petani, pekerja, atau pengusaha. Mayoritas dari kita pasti memilih jadi pengusaha. Alasannya adalah prestise, keren, terhormat, dan seterusnya.
Selanjutnya, pilihan jatuh pada pekerja. Alasannya, menyukai pekerjaan itu, sesuai bidangnya, dan apalagi bekerja di perusahaan multinasional sebagai tenaga profesional… yang pasti gajinya: wow!
Apapun pilihan profesinya itu harus dihargai.
Sama seperti saat saya berani memutuskan untuk jadi petani. Saya tidak merasa jatuh gengsi, turun martabat, berkecil hati, atau minder.
Sebaliknya, bahkan anehnya, saya bangga jadi petani. Sekiranya semua orang ingin jadi pengusaha, dan berkarir sebagai tenaga ahli, atau spesialis. Lalu siapa yang mau jadi petani untuk mengolah alam? Siapa pula yang memasok padi, sayuran … pada mereka?
Keputusan saya untuk jadi petani makin mantap. Karena saya tidak mempunyai sawah dan ladang untuk digarap, saya memutuskan untuk bertani sayur hidroponik yang tidak membutuhkan lahan luas.
Alasannya juga sederhana. Saya dapat mengerjakan pekerjaan itu sendiri, perawatannya tidak sulit, dan banyak waktu untuk keluarga. Sayuran pun mulai dipanen setelah berumur tiga minggu. Menanam sayuran jadi produktif, dan jelas pemasukan sangat menggiurkan.
Berbeda dengan petani padi yang dipanen 2-3 kali setahun, atau petani buah. Bertani sayur juga tidak ribet dalam perawatannya.
Kelebihan lain jadi petani sayuran hidroponik adalah, saya makin berpengalaman dalam menanam, mengengenal dan mengantisipasi hama-penyakit sayuran.
Dituntut untuk memperoleh hasil maksimal, saya juga memasarkan sayuran itu ke pasar swalayan dan restoran-restoran.
Dengan memasarkan hasil sayuran sendiri, saya belajar jadi pengusaha hasil pertanian sendiri. Obsesi saya adalah ingin memberdayakan petani sayuran hidroponik untuk membeli dengan harga layak.
“Panen pada waktunya adalah hasil usaha terbaik kita,” slogan itu harus dicanangkan pada para petani agar tidak mudah tergiur dengan rayuan pengijon yang ingin membeli di muka dengan harga lebih murah.
Untuk peroleh sukses itu berproses. Bukan lewat jalan karbitan, melainkan dari bawah untuk kerja keras, pantang menyerah, dan tekun dalam doa.
Semoga kita juga tidak pelit untuk berbagi ilmu dan memotivasi orang lain untuk maju.
Teruslah menginspirasi untuk Indonesia maju!
…
Mas Redjo
Tulisan ini pernah ditayangkan di seide.id dengan beberapa pembaruan.

