| Red-Joss.com | Ketika kepala ini makin memberat didera pusing yang menggigit dan nafas yang menderu bagai lokomotif, saya segera menarik nafas panjang untuk menuju ke dalam keheningan hati.
Refleksi diri itu kebutuhan harian saya, meski sesibuk apa pun. Bagi saya pribadi, refleksi adalah sumber energi karunia Allah yang luar biasa. Karena hidup ini selalu baru dan baik setiap hari.
Dengan refleksi diri, saya belajar menyelaraskan hidup ini pada kehendak Allah. Apa pun yang terjadi, saya harus berani menerima kenyataan itu untuk disyukuri dan menikmatinya.
Begitu pula saat saya didera sakit kepala dan demam seperti saat ini. Jika menuruti saran dokter, saya harus istirahat agar cepat sembuh. Tapi tanggung jawab itu tidak bisa ditunda, karena harus diselesaikan dengan baik.
Kebiasaan untuk tidak menunda-nunda pekerjaan itu saya peroleh, ketika saya aktif dalam organisasi sosial yang terkenal disiplin waktu. Selain itu menunda berarti hutang, dan harus dilunasi.
Begitu pula dengan memanjakan diri, jika dibiasakan membuat kita makin malas dalam kenyamanan dan ‘dinina-bodohkan’.
Sesungguhnya, faktor utama dan terbesar dari orang yang sakit itu dipengaruhi oleh pikiran sendiri, lalu dimanjakan sehingga sakit itu tidak kunjung sembuh.
Saya lalu teringat pada nasihat seorang guru spiritual, bahwa sakit itu mudah disembuhkan, ketika pikiran kita diarahkan pada Allah yang anugerahi hidup ini. Kita berpikir pada Allah yang berkuasa sembuhkan penyakit. Karena IA Sang Penyembuh.
Hati saya makin mantap, ketika saya mendapati banyak Firman-Nya yang menyembuhkan. Di antaranya Yesus menyembuhkan Ibu Petrus yang sakit demam tinggi (Mat 8: 14-15). Wanita yang memegang jubah Yesus menjadi sembuh, meski telah mengalami pendarahan selama 12 tahun (Mat 9: 20-22). 10 orang kusta (Luk 17: 12-14). Orang lumpuh (Mark 2: 10-11).
Dengan berefleksi diri, berangsur-angsur tubuh saya menjadi segar kembali dan pikiran saya menjadi jernih.
“Terima kasih, ya, Yesus, karena Engkau anugerahi tanggung jawab, aku setia padamu untuk ke luar dari rasa sakit dan kemalasan ini …”
Tetaplah setia pada Yesus untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab. Karena selalu ada hal-hal baik setiap hari untuk diperbarui.
…
Mas Redjo

