| Red-Joss.com | Karena Covid kembali merebak, kampus tempat saya mengabdi menetapkan kebijakan yang namanya ‘hybrid’. Kuliahnya onsite (di kelas) dengan tetap buka online untuk mengcover mereka yang kena covid atau karena alasan tertentu harus tetap mendapatkan layanan belajar.
Kisah jadi menarik, karena banyak dosen merasa ada sebagian mahasiswa yang memakai celah ini untuk mendapat keuntungan pribadi, yakni tidak harus pergi ke kampus tapi absen aman, dengan berbagai alasan.
Suatu hari, ketika saya baru 10 menit mulai kelas kedua, mulai jam 10.00, tiba-tiba ketua kelas memberi tahu, bahwa A dan 3 teman yang bersamanya, tidak dapat datang dan minta kelas online, sebab ban mobilnya kempes.
Mendadak infonya dan lagi… benarkah ban kempes alasannya?
Saya tidak mau terjebak dalam ketidakpastian. Saya bicara langsung dengan A.
“Bereskan mobilmu dan segeralah ke kampus. Saya tunggu.”
“Bagaimana dengan 3 teman yang bersama dengan saya?” tanya A.
“Suruh ke kampus sekarang juga. Naik ojeg,” jawab saya.
Dengan cara itu, saya putus potensi para mahasiswa itu untuk berbuat tidak benar.
Tugas orangtua, juga guru atau dosen, meluruskan cara berpikir mereka ke jalan yang lurus. Sed libera nos amalo. Bebaskan kami dari yang jahat, ya Tuhan.
Salam sehat dan tak henti bernyala, sekecil apa pun, untuk memberi binar terang kepada sekitar.
…
Jlitheng

