| Red-Joss.com | Mohon maaf, sekiranya boleh bertanya. Apakah kita sungguh mengasihi Yesus?
Pertanyaan sederhana untuk diri sendiri dan itu harus dihidupi agar kita tidak berpaling dari Yesus.
Sesungguhnya setiap pribadi mempunyai panggilan hidup yang tidak sama antara yang satu dan yang lain. Khususnya, ketika kita dipanggil, dipilih, dan diutus Yesus untuk mewartakan Kabar Gembira.
Ketika dibaptis, sesungguhnya kita juga siap diutus. Karena tuaiannya banyak, tapi pekerjanya sedikit.
Dibaptis waktu kecil, remaja, atau dewasa itu baik. Asalkan makna baptis itu senantiasa dihidupi lewat perilaku keseharian. Tujuannya agar iman kita tidak mandeg, tapi terus bertumbuh kembang dan berbuah.
Iman yang mandeg itu sejatinya tanpa keteladanan, karena minus sikap peduli dari orangtua untuk selalu mengingatkan, menguatkan, dan meneguhkan. Sehingga anak berjalan tanpa arahan dan tidak sedikit yang salah arah, bahkan berpaling dari Yesus.
Suatu kerugian, penyesalan, dan bahkan kita berdosa, jika hal itu terjadi. Coba diputar kembali, ketika kita mengucapkan janji pernikahan di gereja agar kita mendidik anak-anak secara Katolik.
Sebelum terlanjur, alangkah bijak, jika kita sebagai orangtua memberi keteladanan pada anak-anak. Menafasi keluarga dengan ruh kristiani dengan hal-hal sederhana, tapi penuh makna. Misalnya berdoa bersama ketika makan, menjelang tidur atau bangun di pagi hari, ke gereja, atau berziarah bersama. Tujuannya agar iman itu mengakar kuat di hati.
Begitu pula saat anak mulai akil balik dan berpacaran agar kita tidak segan mengingatkan anak untuk mencari pacar yang seiman. Berpacaran itu memang domain anak. Tapi sebelum terlambat dan anak mengingkari imannya untuk berpaling dari Yesus.
Nafasi keteladanan dalam keluarga dengan iman kristiani. Yesus telah korbankan diri untuk menebus dosa dan menyelamatkan kita. Dengan saling mengingatkan, menguatkan, dan meneguhkan satu dengan yang lain. Karena kita saling mengasihi dan satu keluarga dalam Yesus.
Semoga berkat Allah meneguhkan iman kita untuk taat dan setia pada Yesus, Sang Putera. Amin.
…
Mas Redjo

