| Red-Joss.com | Mengawali tahun baru liturgi, kita diajak bersyukur atas perjalanan panjang yang telah kita lalui. Hari ini, kita diajak untuk menyiapkan kedatangan Yesus melalui masa Adven. Kita semua makin antusias untuk menyambutnya dari Minggu ke Minggu.
Dalam Injil hari ini, Yesus bersabda: “Kemudian mereka akan melihat Anak Manusia datang di awan dengan kuasa dan kemuliaan besar. Ketika hal-hal ini mulai terjadi, berdirilah dan angkat kepalamu, karena penyelamatanmu sudah dekat.”
Kita bahagia atas pesan ini. Artinya, kita harus antusias menyambut kedatangan-Nya. Kita tidak boleh pasif, tapi harus aktif. Sehingga kita tahu apa yang harus kita lakukan.
Masa Adven ini identik dengan tiga kata: “Menunggu, Berjaga-jaga, dan Menyambut.” Ketiga kata ini tidak memerlukan banyak penjelasan. Siapa yang tidak punya pengalaman menunggu? Tidak ada. Kita pernah punya pengalaman menunggu.
Kemudian, berjaga-jaga. Kita juga mempunyai pengalaman ini. Bahkan setiap hari kita berjaga-jaga, karena kita tidak tahu, kapan waktunya kita meninggal. Bagaimana dengan pengalaman menyambut? Kita juga punya pengalaman ini.
Di masa Adven ini, yang kita tunggu, nantikan dan yang akan disambut adalah Yesus, Immanuel. Kita diberi waktu selama 4 Minggu. Apakah kita tahu alasannya? Meski diberi waktu 1 bulan, kadang kita sering lupa. Tidak siap, sibuk, dan bahkan ada yang tidak mempersiapkan diri sama sekali.
Sekarang, kita diberi waktu selama 4 Minggu untuk menyiapkan diri dengan baik bersama anggota keluarga.
Lihat! Lilin Adven 1 dinyalakan. Bagaimana rasanya? Kita juga merasakan hati ini dinyalakan. Bercahaya. Artinya, hati kita sudah disiapkan untuk menyambut kedatangan Yesus.
Ketika lilin Adven 1 dinyalakan, mata kita dituntun untuk melihat jalan yang akan dilewati dan berjumpa dengan Yesus, Immanuel. Hati kita terbuka lebar untuk menyambut kedatangan-Nya (Mat 24: 30).
Tahukah, mengapa kita datang ke Gereja dan merayakan Ekaristi di Minggu Adven 1? Karena waktu yang tepat bagi kita untuk mengajak anggota keluarga menyambut kedatangan Yesus, Immanuel dengan baik.
Tuhan memberkati.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

