Simply da Flores
…
- Bait Pujian dan Hujatan
Dalam sejarah dunia politik
sering terdengar ungkapan ini
“Tidak ada kawan dan lawan abadi
Yang abadi hanya kepentingan
Dan
demi kepentingan maka segala cara bisa dihalalkan”
Maka
kata-kata bisa sejuta makna
kebenaran bisa seribu wajah
Sang Presiden yang dipuji
saat yang sama ada yang mencaci
Si Patriot yang kerja mengabdi
bisa dihujat dan katai laknat
Si kerempeng yang mengemban Ampera
terus dirong-rong dan dijebak
Si Pemimpin yang diakui dan disegani bangsa lain
Disebut Plonga Plongo oleh saudara sebangsa
dan dicaci maki rakyat warga NKRI
Semua hal baik dan berguna yang dikerjakan
Justru digugat dan diingkari
- Bait Tanya dan Gugatan
Yang abadi adalah kepentingan
Dan
Itulah yang paling dikejar oleh para politisi, pebisnis dan para cerdik pandai
Gengsi, tahta jabatan dan harta kekayaan
Demi kepuasan selera pribadi dan kelompok
Maka
segala upaya pasti dilakukan
Jika ada pihak yang menghambat
Apalagi terang benderang merugikan kepentingan yang sedang dinikmati
Si Plonga Plongo
yang kemarin dipuji dan dibanggakan
Hari ini dipertanyakan dan digugat
Pokoknya apa pun fakta kebaikan
harus dihujat dan dicaci-maki
Si kerempeng yang bekerja mengabdi
Harus dicap penjahat dan serba salah
Segala cara terus dilaksanakan
demi membela kepentingan yang terganjal
Sang Presiden harus digulingkan
meskipun kemaren dipuja puji
- Bait Kekecewaan dan Hoaks
Si Plonga Plongo terus berkarya
tuntaskan mandat tugas pengabdian
di tengah gelombang hoaks
dan terjangan angin badai
Dari pihak yang kecewa dan marah
karena tidak mendapatkan kepentingannya
atau yang kenyamanan kepentingannya terganggu
Entah yang ada dalam negeri ini
Entah yang dari luar NKRI
atau kerja sama multi pihak lintas wilayah
Ada banyak yang marah dan kecewa
Karena tak mendapat kursi jabatan
Karena tidak mendapat proyek pembangunan
Karena jaringan bisnis gelap terbongkar
Karena tidak dilindungi aneka kejahatannya
Karena lahan garapan kekayaan alam dihentikan
Dan
Sang Presiden harus segera dihabisi
dengan aneka cara dan alat
Padahal
sebelumnya mendukung dan memberi pujian atas kerja kerasnya
- Bait Hujatan dan Pengadilan
Hutan belantara informasi diciptakan
Gelombang hujatan dilancarkan
Serangan dari semua arah dilakukan
Rakyat dihasut dan diyakinkan atas nama kebenaran hukum dan agama
Pengadilan dilakukan di warung kopi, di rumah kerja, di ruang publik dan media sosial
“Pokoknya, Sang Presiden harus disalahkan dan jangan dipercaya
Bahkan harus segera dimaksulkan dan digulingkan”
Sedangkan
Si Plongo Plongo terus bekerja
sedikit bicara banyak diam
Biar rakyat warga bangsa
bisa memilah banjir informasi
dan memilih keputusan bijak pribadi
Apakah faktanya benar demikian
“Sang Presiden adalah penipu dan penjahat
Dia haus kuasa dan rakus jabatan
Semua demi pribadi dan keluarga
serta sedang membangun dinasti kekuasaan”
Inikah fakta jabatan Presiden selama menjabat dua periode?
- Bait Jalan Terjal Berduri
Dari sorak pujian ke tanya dan hujat
Dari kagum dan dibanggakan
ke hujan caci maki dipersalahkan
Dari berlian patriot bangsa dan pemimpin yang dicintai
menjadi sosok serba jahat dan terus dilaknat
Apalagi
ketika ada pilihan berbeda
menjelang pemilu pesta demokrasi
“Sebuah jalan terjal berduri
menikam wajah dan telapak
menghujam nalar dan nurani
merobek rasa, raga dan jiwa”
Dari pojok pelataran maya
aku hanya diam dan bertanya
“Apakah kita masih mencintai dan memiliki NKRI”
Dari kampung udik di tanah air
ada kebingungan yang menggugat
“Benarkah keadilan dan kesejahteraan bangsa NKRI diraih dengan iri dengki dendam
Betulkah kekayaan NKRI dibangun dengan caci maki, saling mempersalahkan dan perang saudara
Mari tanya pada diri sendiri
Masihkah kita waras dan bijaksana
membaca fakta pengalaman bangsa NKRI dan dunia”
Apakah parade jempol dan telunjuk
bisa hasilkan negeri adil makmur di NKRI
Dan
Adakah yang tahu pasti perubahan besok oleh Kesaktian Jemari Semesta
…

