“Familly is a small Church in LOVE.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Siapa yang tidak ingin rumah tangganya bahagia? Pasti banyak yang menginginkannya. Rumah tangga bahagia, terlihat dari anggota keluarganya yang bahagia.
Untuk para suami, apa sih yang bisa membuat pasangan bahagia? Banyak orang yang bilang, wanita itu suka harta. Betul? Ya, ada benarnya sih. Memang hal penting yang dibutuhkan para istri adalah harta. Tapi harta yang dimaksud ini bukan soal materi saja, melainkan lima hal dari singkatan HARTA:
Pertama: Hadir. Bagi istri kehadiran suami adalah hal yang sangat penting. Tidak sebatas sebagai sosok iman dan pemimpin dalam keluarga, tapi juga sebagai teman bicara. Wanita butuh sosok yang bisa mengayomi, menjadi tempat untuk bersandar, menasihati dengan hati, juga bisa mengerti dan memahami.
Bertemu di rumah setiap hari itu tidak menjamin terjadi komunikasi yang baik, dari hati ke hati. Komunikasi itu juga dalam bentuk sentuhan. Berikan pundak untuk sandaran kepala, usapan, dan berkat untuk menenangkan hati. Apa gunanya setiap hari bertemu, jika tidak berkomunikasi? Terkadang sibuk dengan urusan masing-masing. Tidak jarang rumah menjadi hotel atau kos-kosan hanya untuk tempat tidur saja.
Kedua: Aman. Aman bukan soal semua kebutuhan materi terpenuhi. Hak itu juga tidak salah. Rasa aman yang dibutuhkan adalah aman secara emosional. Selalu ada untuknya, di waktu apa pun, seburuk, dan seberat apa pun situasinya. Istri akan aman, bila suaminya juga bisa dipercaya, apa adanya, perhatian, jujur dan terbuka. Bahkan memberi kabar, meski tak di minta, akan memberi rasa aman.
Ketiga: Romantis. Tidak hanya pria yang seneng punya pasangan romantis, wanita juga suka. Romantis yang terungkap dan terwujud dalam kelembutan dan kepekaan. Memang tidak semua pria itu romantis untuk mengingat tanggal-tanggal penting. Romantis bisa ditunjukan dalam hal-hal sederhana. ‘Act of service’, membantu mengerjakan rumah tangga, membuatkan minum, membantu buah hati mengerjakan PR, dan sebagainya. Atau hal yang sederhana adalah menggengam tangannya atau mengajak jalan-jalan berdua.
Keempat: Tanggung jawab. Suami bertanggung jawab adalah dambaan semua wanita. Ia tahu mau dibawa ke mana keluarganya, tidak hanya fokus kepada dirinya sendiri. Ia rela berkorban untuk keluarga. Melindungi, mengayomi, memberi kebahagiaan seluruh anggota keluarga. Pria memang cenderung fokus pada hasil, sementara wanita menghargai setiap usaha. Tanggung jawab itu bukan soal hasil akhir, tapi proses, usaha, perjuangan, dan pengorbanan.
Kelima: Apresiasi. Banyak istri mengungkit-ungkit soal pengorbanan dalam keluarga? Terkadang mungkin sangat menyebalkan. Apa sih yang tersirat dari pernyataan itu. Mungkin ada rasa, bahwa mereka tidak berharga. Karena semua yang selama ini dibuat tidak pernah dihargai.
Berilah pujian, siapa sih yang nggak suka dipuji. Berilah pujian dari hal sederhana, soal makanan, pakaian, penampilan dll. Ha ha ha meski sekarang sudah nggak jelas lagi bentuknya, minimal pujilah pakaian atau apa yang di kenakan.
Ucapkan terimakasih, maaf, dan senyuman kebahagiaan. Itu sederhana tapi memberi bahagia luar biasa. Jadikan keluarga kita bahagia, kudus, dan sukacita dengan memberi HARTA – Hadir, Aman, Romantis, Tanggung jawab, Apresiasi.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

