Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Runcingkan ujung pensil putra-putrimu, agar menghasilkan tulisan elok”
(Didaktika Hidup)
…
| Red-Joss.com | Anak di dalam keluarga kita, dapat โdianalogikanโ dengan sebatang pensil.
Ada dua buah pesan kearifan : “Tuliskan cita-citamu di atas langit biru dengan mata pensilmu!”
“Engkau, bahkan dapat mengukir kehidupan ini lewat mata pensil nuranimu!”
Anak-anak kita itu ibarat sebatang pensil berharga di tangan sang Ayah Bundanya. Jika orangtua ternyata mampu mendidik dan mengasuh dengan kasih, maka anak-anaknya akan bertumbuh laksana sebatang pensil terasah.
Sebatang pensil, di dalamnya mengandung sejenis bahan berupa batu granit hitam yang dapat diruncingkan tepat pada waktunya.
Itulah potensi mahadasyat anak. Aneka talenta yang terus diasah dan diasuh oleh para orangtua agar menjadi sebatang pensil yang bermanfaat.
Sedangkan sebatang pensil yang tumpul, akan dicampakkan ke dalam keranjang sampah. Karena dia tidak mampu mewarnai seuntai tulisan tentang misteri kehidupan ini.
Anda dan saya, kita ini, hanya dapat berguna, jika ujung mata pensil kehidupan kita meruncing, karena terus diasah dan diraut oleh orangtua kita.
Anak-anak dan kehidupannya kelak, perlu dipersiapkan dan diperjuangan oleh orangtuanya, justru dimulai dari keluarga.
Orang tua membantu menumbuh-kembangkan bibit-bibit mungil berupa potensi dasyat di dalam pembibitan keluarga. Maka, keluarga sejati adalah sebuah seminari kecil. Sebuah dapur yang mampu menggodok aneka potensi sang anak.
“Buah jatuh tidak jauh dari pohon,” demikian sebuah adagium hidup warisan budaya bangsa kita.
Hendaklah setiap orangtua hebat, akan selalu bertanya, “Apakah hari ini, aku telah membantu meraut mata pensil kehidupan putra-putriku?”
…
Kediri,ย 5ย Desemberย 2023

