Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Pemulung, memungut sesuatu yang tidak berguna, namun kelak sesuatu itu pun berguna.”
( Didaktika Hidup)
…
| Red-Joss.com | Hidup ini bagaikan gerak roda sebuah pedati. Roda itu bergerak, berputar, ke atas lalu ke bawah dan ke atas lagi…
Suatu hari, sang Guru bertanya kepada para muridnya. “Siapakah Tuhan, menurut kamu masing-masing?”
Suasana kelas hening seketika. Tampak wajah-wajah polos itu pun serius memikirkan. Apa jawaban terbaik atas pertanyaan sang Guru.
Seorang murid, putra seorang hakim itu menjawab. “Guru, menurut saya, Tuhan itu seorang hakim. Karena suatu saat, Tuhan akan menghakimi semua manusia.”
Semua murid terhenyak. Demikian pun sang Guru.
Sesaat kemudian, tampak tak mau kalah, seorang murid berkata. “Menurut saya, Tuhan itu seorang dokter, Guru. Bukankah seorang dokter sanggup menyembuhkan semua penyakit?”
Sang Guru terperanjat atas jawaban cerdas itu.
Kini, giliran seorang murid lain. “Guru, Tuhan itu seperti konglomerat. Bukankah seorang konglomerat itu sanggup memberikan apa saja, kepada siapa saja yang meminta sesuatu kepadanya?”
Sungguh, kali ini, sang Guru sadar, ternyata semua jawaban cerdas itu, memang sangat sesuai persepsi sang murid atas hidup mereka masing-masing.
Kini, yang tersisa hanya seorang murid lagi, yang tampak diam menunduk. Sang Guru mendekatinya dan memintanya untuk memberikan jawaban.
Dalam keheningan, mengalir sebuah jawaban yang tak pernah diduga oleh siapa pun. “Guru, menurut saya, Tuhan itu seorang pemulung.” Suasana kelas jadi gaduh. Ada murid yang mengejeknya dan ada pula yang tampak keheranan atas jawaban itu.
Sang Guru itu balik bertanya, “Nak, mengapa demikian?” Jawab sang murid. “Karena bukankah, Tuhan telah memilih segala sesuatu yang tidak berguna, dan kelak dijadikan-Nya berguna?”
Sang murid itu masih meneruskan jawabannya, “Contoh, diriku, aku ini, selama ini, aku sudah dianggap sampah. Tetapi Tuhan pun telah memilihku melalui ayahku, dan aku pun perlahan mulai berguna!”
Kini, bola mata sang Guru itu berkaca dan terdengar suara riuh, para murid pun menangis terisak-isak mendengar kesaksian yang sangat menyentuh hati itu.
Saya dan Anda pun adalah makhluk yang telah dipungut oleh Tuhan lewat orangtua kita masing-masing.
Tuhan telah merawat dan mendandani kita. Sang anak yang hilang itu kini, telah kembali ke pangkuan sang ayah, dan dipestakan. Jemari dihiasi sebentuk cincin, kaki dipasang kasud mahal, dan seutas jubah keagungan pun dililitkan ke tubuh kita.
Sungguh, Tuhan adalah Sang Bapa Yang Mahabaik dan berlimpah kasih setia-Nya.
…
Kediri, 4 Desember 2023

