| Red-Joss.com | Tanggung jawab besar ada dalam diri kita sebagai orangtua untuk menyiapkan masa depan anak-anaknya. Kita tentu ingin memberikan pendidikan yang terbaik bagi mereka. Kita tidak bisa melepaskan tanggung jawab begitu saja, bahwa pendidikan mereka hanya dipercayakan kepada Ibu Bapak guru di sekolah.
Sesungguhnya kita ini pendidik utama bagi mereka. Sejak awal kita mengikuti perkembangan mereka. Sekarang tinggal bagaimana kita membentuk karakternya. Karena terbentuknya karakter yang kuat itu dibutuhkan nilai-nilai yang sejak awal bisa dikembangkan dalam diri setiap pribadi anak.
Saya menawarkan beberapa nilai yang bisa diberikan kepada anak-anak, supaya mereka bertumbuh dengan karakter yang diharapkan. Nilai-nilai moral dan etika yang harus dilatih sejak dini. Delapan (8) nilai itu adalah:
Pertama: kejujuran. Ajarkan dan contohkan selalu kejujuran kepada anak kita. Meskipun kejujuran itu menceritakan suatu kesalahan yang telah diperbuatnya, tapi tahan emosi dulu, jangan memarahinya, tetapi berikan penjelasan dari sisi yang baik dari kesalahannya, dan tetap berikan apresiasi dari keberaniannya untuk berbicara jujur. Karena di era sekarang ini, jujur adalah sudah menjadi karakter yang sangat mahal dan langka.
Kedua: jangan mengambil hak orang lain atau mencuri. Poin yang satu ini berkaitan pula dengan poin kejujuran, di mana tidak mencuri dan selalu berkata jujur adalah pondasi dasar kehidupan. Ajarkan pada anak, bahwa mengambil sesuatu yang bukan hak atau milik kita, mencuri adalah perbuatan yang tidak terpuji dan digolongkan sebagai sebuah tindakan kejahatan yang tidak boleh dilakukan. Ajarkan juga bagaimana perasaan kita jika hak atau milik kita yang hilang itu diambil orang, agar anak dapat merasakan hal yang dirasakan orang lain.
Ketiga: tanggung jawab. Berikan contoh, bahwa kita adalah orangtua panutan yang bertanggungjawab. Berikan pengertian kepada anak, bahwa setiap keputusan yang dipilih dan tindakan yang dilakukan ada resiko dan pengorbanan yang harus ditanggung, agar anak selalu siap menghadapinya, bukan untuk menghindarinya. Mulai dari diri kita sebagi orangtua yang melakukan ini agar dilihat dan dicontoh.
Keempat: ajarkan minta maaf. Meminta maaf itu bukan menjadi bagian dari pendidikan moral, tapi, juga sebuah awal dari pendidikan etika yang harus ditanamkan pada setiap anak. Penting sekali mengajarkan kepada anak, bahwa kata maaf adalah kata ajaib yang membuat hidup terasa lebih berarti. Meminta maaf bukan hanya mengakui kesalahan saat salah atau saat tidak menepati janji, namun juga untuk menerima maaf dan membayar kesalahan mereka. Amat penting untuk mengajarkan mereka tentang hal ini untuk membentuk pribadi anak menjadi rendah hati.
Kelima: ajarkan berterima kasih. Selalu biasakan meminta sesuatu dengan kata “tolong” dan sudahi dengan kata “terima kasih”. Gunanya agar terbentuk pribadi yang saling menghargai antar sesama dan menghindari sifat ‘bossy” atau penyuruh. Hal ini juga berdampak positif pada kepribadian si anak kelak, karena akan lebih mengenal tentang cara dalam meminta bantuan dan menghargai bantuan dari sesorang.
Keenam: penolong dan rendah hati. Dermawan dan suka menolong dapat diterapkan kepada anak, ketika mereka masih kecil hingga saat mereka dewasa nanti kebiasaan dan perilaku ini bisa terbawa hingga mereka telah memiliki penghasilan sendiri. Jika anak melihat orangtua menolong orang lain, maka hal ini akan secara langsung menginspirasi anak untuk melakukan hal yang sama. Mencontohkan secara langsung sebuah pelajaran kepada anak akan lebih mudah diterima daripada anda mendiktenya dari sebuah buku.
Ketujuh: peduli dan menghargai. Peduli dengan lingkungan sekitar seperti menjaga kebersihan, peduli dengan orang sekitar yang butuh pertolongan, dan sebagainya. Mencontohkan sikap ini dapat menjadikan anak memiliki karakter dengan tingkat sosial tinggi. Menghargai setiap perbedaan adalah pelajaran yang tak kalah penting diberikan saat anak berusia dini. Arahkan dan berikan penjelasan kepada anak, bahwa perbedaan itu indah jika menghargainya. Sebab tidak semua orang memiliki pandangan dan tujuan yang serupa dengan kita. Selain itu, dengan saling menghargai maka hidup anak terasa lebih indah.
Kedelapan: jangan menyakiti orang lain. Jelaskan pada anak, apa yang akan terjadi, ketika menyakiti seseorang, jelaskan juga hal apa saja yang tergolong menyakiti orang lain. Anak-anak perlu diajarkan, bahwa menyakiti orang lain bukanlah tindakan yang dibenarkan. Selain itu ada ganjaran untuk setiap perbuatan yang kita lakukan, ketika menyakiti orang lain, misalnya dijauhi atau dibenci orang lain. Kenalkan mereka untuk menyelesaikan masalah dengan cara tenang dan damai.
Itulah 8 nilai moral yang bisa kita berikan dalam mendidik anak-anak untuk menyiapkan masa depan mereka. Kita semua menginginkan anak-anak bisa bertumbuh dengan karakter moral yang kuat, sehingga hidupnya kelak bisa menjadi berkat bagi orang lain dan membanggakan kita sebagai orang tua.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

