| Red-Joss.com | Dia selalu ada: di depan, belakang, samping kanan, samping kiri, hati dan di tahta kemuliaan-Nya. Setiap saat, setiap waktu dan setiap hari bersama dengan Dia.
Lihat …!
- Dia di depan kita sebagai ‘guide’.
- Dia di belakang kita untuk menyemangati.
- Dia di samping kanan untuk menuntun kita saat melakukan kebaikan.
- Dia di samping kiri mengingatkan kita saat melakukan dosa.
- Dia di dalam hati, karena sahabat dekat dalam doa, pujian, dan penyembahan.
- Dia di tahta kemuliaan-Nya, kita bersimpuh taat, hormat dan memuliakan-Nya.
Dia selalu ada! St. Agustinus menegaskan, “Jika kita jauh dari Dia, maka kita jatuh. Jika kita kembali kepada-Nya, maka kita bisa berdiri. Jika kita selalu tinggal dengan Dia, maka kita menjadi tenang.”
Sekarang pilih dan putuskan, kita memilih yang mana? Jangan pernah menyangkal dan mengkianati Dia. Cukup Yudas Iskariot dan Petrus yang pernah melakukannya. Kita tidak usah ikut-ikutan. Karena, jika kita melakukan, berkianat, dan menyangkal Dia, berarti kita sedang membuat kisah yang menyedihkan. Dia disalibkan lagi, karena ketidak-setiaan kita.
Coba renungkan dan bertanya pada diri sendiri. Mengapa banyak di antara kita yang tidak setia berkomitmen menjadi pengikut-Nya? Padahal Dia selalu ada bersama kita. Tidak ada yang kurang dari-Nya. Dia sempurna.
Sesungguhnya kesempurnaan itu ada di dalam Dia yang Kudus, bukan dalam diri kita.
Berdoa, memuji, menyembah, dan berbuatlah amal kasih. Karena hal itu tanda kesetiaan kita setiap hari yang paling nyata.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

