Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
| Red-Joss.com | Apa itu “Pedagogi Hitam?” Pedagogi Hitam adalah istilah yang dikemukakan oleh Kurt Singer, ahli pendidikan berkebangsaan Jerman. Beliau melihat fenomena, jika “proses pendidikan berlangsung lewat pendekatan otoriter.”
Ada pun dampak negatif dari model pendidikan pedagogi hitam ialah “model pendidikan yang berdampak kegelisahan dan ketakutan. Maka, pedagogi hitam pun disebut juga “schwarzer pedagogi.”
Fenomena ini dapat terjadi karena antara lain:
(1) Banyak guru berperan sebagai komandan di lapangan tempur. Suasana pendekatan pendidikan yang anti kata maaf. Suasana menjadi runyam dan serba dikomando.
(2) Sistem sekolah bagai model pendidikan penjara. Kondisi murid tidak diajarkan kebebasan berpikir dan bergaul, namun semuanya dikekang.
(3) Guru suka mengambil jalan pintas dengan menjual beli nilai atau juga dalam mengajar dan membimbing murid.
Bagaimana kontrasnya dengan azas utama pendidikan yakni, proses โhomo humanusโ, jika ternyata pendekatan pedagogi hitam ini dipraktikan di dalam sistem pendidikan kita?
Lewat opini berjudul, “Pedagogi Hitam Pendidikan Tinggi” karya Bahrul Amsal (Kompas, Senin, 27/11/2023 yang menyinggung, bahwa selama ini Kemendikbudristek senantiasa menggaungkan tiga dosa besar pendidikan (pelecehan seksual, intoleransi, dan bullying), tanpa melihat dosa besar yang lain yang selama ini terjadi di PT kita.
Jika kita kaitkan dengan kritik Neil Postman, sang kritikus pendidikan tentang tiga โtuhanโ yang ternyata banyak disembah di sekolah-sekolah, terutama di PT. Ada pun ketiga tuhan itu adalah iklan, konsumerisme, dan teknologi.
Lewat bukunya berjudul, “The End of Education, Nel Postman pun menyadarkan kita, bahwa sekolah/PT merupakan institusi publik yang rentan menjadi tempat ketiga setan itu bersemayam.
Bukankah iklan itu merupakan representasi dari budaya pop (pop culture). Konsumerisme itu merupakan moral baru yang lahir dari jantung kapitalisme pasar dan mengubah proses belajar menjadi objek komersial? Juga si teknologi, sebagai faktor yang mempercepat sirkulasi informasi sebagai prasyarat dari akumulasi modal?
Jadi, sadar atau tanpa sadar, sejatinya, bahwa dunia pendidikan kita memang telah dibayang-bayangi oleh praktik pedagogi hitam ini.
Sungguh, di negeri ini, masalah pendidikan, sejatinya masih selalu bagai anak tiri yang kian kehabisan air mata.
…
Kediri, 28ย Novemberย 2023
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

