Simply da Flores
…
Warna merah putih kuning oranye ungu
Rangkaian bunga sanubari jiwa
mendekap altar ritual doa
memeluk diam peti jenazah
merangkul tetesan air mata
membelai setiap isak tangis
melukis bola mata para pelayat
“Hari ini aku, besok engkau
Kematian itu sebuah kepastian
Sosok kembar dari kehidupan”
Ketika desah nafas usai berkelana
maka angin kembali pada tanya asali
“dari mana engkau datang
ke sana engkau pasti pulang”
Saat desir darah selesai mengalir
maka raga berhenti berziarah
dan segera jumpai hakikat asali
“Engkau berasal dari debu tanah
dan pasti kembali lagi ke sana”
Dan
semua kata penegasan dibalutkan
Mati, wafat, meninggal, lelayu, pulang… hilang
Oleh semua yang masih kelana berziarah
Lalu
lahirlah aneka ritual dan doa
ada deretan karangan bunga
ada bermacam ungkapan dukacita
ada bermacam ekspresi dinyatakan
Entah di depan jenazah terbaring
Entah saat ritual dan doa
Entah saat upacara penguburan
Entah melalui berbagai media
“Apakah untuk dia yang terbaring bisu
Ataukah ekspresi diri pribadi
dalam seribu wajah kepentingan
dalam sejuta sosok ketakutan
dalam untaian tanya tanpa jawaban
akan fakta pasti kematian”
Ada kalimat yang sering dikatakan
bahwa kematian itu kepastian
yang tak pasti adalah waktu dan caranya
Lalu
ada juga yang pernah mengingatkan
“Berapa jumlah orang yang datang melayat dan menguburkan
Berapa banyak yang turut berbelasungkawa
adalah jumlah tegur sapa dan amal bakti
dari setiap orang yang meninggal”
Maka
Air mata dan isyak tangis menulis
Sedih dan duka lara mencatat
Jejak pada debu tanah merekam
“Siapakah aku di hadapan kematian
Bagaimana aku menyikapi kematian
Apa arti makna kematian bagiku
Mengapa aku hadiri sebuah kematian”
Hanya setiap pribadi tahu
apa jawaban yang dimiliki
Ketika jenazah dikubur dikebumikan
jasad bisu kembali ke debu tanah
Saat jenazah dibakar dikremasi
raga yang diam menjadi abu
setelah diubah bara nyala api
Ketika orang mati dimumikan
atau diletakkan di tempat khusus
ada proses yang ditunda manusia
atas perubahan raga secara alami
Pohon akan tua dan kering lalu mati lapuk
Daun akan mengering gugur dan hilang
Bunga akan layu gugur dan jatuh
“Kematian adalah bagian tak terpisahkan dari kehadiran manusia di atas bumi ini
Tiada, ada, menjadi, berubah dan tiada
Terus berputar abadi tak bertepi
dalam misteri Sang Waktu”
Ada senyum, sukacita dan pesta syukur
ketika kelahiran dan saat kematian
Ada tawa ria saat kelahiran
tetapi tangisan dan air mata
ketika hadapi kematian
Tetapi
ada yang biasa-biasa saja menghadapi kematian
Ada yang menikmati fakta kematian
Ada yang memperdagangkan organ orang mati
Bahkan
ada yang senang melakukan penghilangan nyawa
dan memperdagangkan senjata serta racun untuk membunuh sesama
Rupanya…
ada banyak potret yang dihasilkan
dari fakta kematian manusia
sepanjang sejarah peradaban
di berbagai belahan dunia
sesuai zaman dan kepentingan orang hidup
pada fakta kematian yang pasti dan misteri
“Kematian itu
sejatinya adalah energi hakiki kehidupan insani
Kematian adalah sahabat ilahi diri pribadi
Maka bukan untuk ditakuti dan ditangisi”
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

