“You can be right, but wrong at the top of voice.” – Rio, Scj.
| Red-Joss.com | Pagi ini ada kata-kata bagus yang saya baca dalam sebuah buku: “You can be right, but wrong at the top of your voice.” Betul sekali. Meski yang dikatakan benar, karena nada bicara, sehingga terdengar salah. Sering maksud benar tapi disampaikan lewat WA dan telepon dengan kalimat yang singkat, jadi salah. Kebanyakan dari kita mempunyai pengalaman ini. Semua dari cara dan nada bicara kita.
Realita benar disampaikan dengan cara tidak benar bisa salah. Maksud benar dan baik, karena nada yang tinggi akhirnya salah. “Kan udah saya kasih tahu jangan lewat sini lho … Malah ambil juga.” Kalimat dan maksud benar, jadi salah karena nada kita tinggi. “Taruh kunci yang bener, nanti susah.” Bener, maksudnya memberi tahu, karena nada tinggi jadi salah.
Kadang pula maksudnya baik dan disampaikan dengan baik, tapi tetap juga salah dan bahkan sering dilakukan. Sesungguhnya, prasangka kita yang harus dibenahi. Sikap kita yang harus diperbaiki. Etika kita yang perlu dijaga.
Tuhan juga sering mengalami hal itu. Semua maksud dan kehendak Tuhan itu baik, suci, dan kudus. Faktanya kita sering salah persepsi. Cara Tuhan juga baik, tapi kadang kita menangkap tidak baik.
Mari merenung untuk memperbaiki diri dalam relasi dan berkomunikasi. Jadilah rendah hati dan bijaksana.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

