“Gratitude is riches, complain is poverty.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Jam tangan seharga 500 juta dan jam tangan seharga 50.000 rupiah itu tetap akan menunjukkan waktu yang sama.
Ketika mengayuh sepeda seharga 100 juta dan mengayuh sepeda yang seharga 1 juta, kita tetap akan mengeluarkan keringat yang sama. Begitu pula dompet yang harganya 5 juta dan dompet yang harganya 500.000 rupiah, tetap sama-sama bisa untuk menyimpan kartu dan uang.
Rumah yang kita tinggali sebesar 50 meter persegi dan rumah yang ditinggali 5000 meter persegi, ketika kita merasa kesepian kita akan mengalami kesepian yang sama.
Bahagia itu sederhana. Ketika kita bisa tersenyum dan tertawa lepas itu sudah bahagia. Makan seadanya, pakaian sederhana, dan gaji tidak seberapa asal hati ini penuh syukur itu pun sudah bahagia. Sabar dan ikhlas, meski hidup penuh luka dan derita, itu pun sudah bahagia. Bisa ikhlas berbagi meski tak seberapa itu pun sudah bahagia. Bisa mengampuni dengan tulus hati itu pun sudah bahagia.
Antara surga dan bahagia itu seiring bersama. Apa pun keadaan kita, dan apa pun yang kita punyai, jangan lupa untuk bersyukur dan bahagia. Karena hal itu yang akan menuntun kita untuk tidak lupa menyebut nama Tuhan dalam doa. Bahagia itu sesungguhnya bukan ada pada materi, tapi bahagia itu ada di hati dan jiwa.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

