Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Hidup hanyalah sepotong catatan tentang hidup.”
(Filosofi Hidup)
…
| Red-Joss.com | Hidup ini, dapat diibaratkan hanya dengan sepotong catatan. Tentang apa? Ya, sepotong catatan tentang hidup dan kehidupan.
Kita hidup, bergerak, dan ada, justru hanya berkat rahmat dan kemurahan hati Tuhan. Artinya, kita hidup, karena dihidupi oleh Roh Tuhan yang menggerakkan seluruh ziarah hidup kita.
Kita, sejatinya hanyalah sepotong catatan tak bernyawa, yang tidak bermakna apa-apa.
Adapun sepenggal catatan yang melekat erat di dalam hidup kita, adalah sesuatu yang belum selesai alias tidak bermakna dan tidak pula bernyawa. Jadi, kita ini ibarat sekerat daging yang tergeletak tak berdaya di atas seceper piring kehidupan.
Pada hakikatnya, setiap orang, anak manusia, telah membawa sepotong catatan hidupnya sendiri di atas bahunya.
Siapakah sejatinya sang dia? Bagaimana sepang terjang sang dia, dan mengapa akhirnya dia? Adalah sejumlah tanda tanya tentang makna kehidupan yang tak akan ada jawabannya.
Lewat sebuah proses hidup untuk menjadi seorang manusia yang sungguh manusiawi, dibutuhkan sebuah proses perjuangan panjang, sepanjang hayat sang manusia itu. Mengapa?
Karena manusia itu bukan sang pemilik kehidupan. Dia, hanya tamu fana di atas bumi maya ini. Dia, hanya akan berdaya dan bermakna, sejauh Tuhan, Sang Pemilik kehidupan ini mau menghidupinya.
Roh Tuhan yang memberikan nyawa hidup ke atasnya. Dialah, Sang Otoritas kehidupan ini.
Sepotong catatan hidup kita ini, hanya akan kian bermakna, sejauh rencana dan kehendak Tuhan semata.
Yakinlah, sejatinya, Anda dan saya, hanyalah sepotong catatan belaka!
…
Kediri, 22ย Novemberย 2023

