| Red-Joss.com | Ketika ‘abege’, beberapa kali saya salah tafsir menanggapi kebaikan gadis. Saya kege-eran, sehingga ujung-ujungnya saya malu sendiri. Tembakan meleset, dan saya patah hati.
Tidak hanya salah tafsir, saya juga melakukan kekonyolan yang lain, yakni salah menilai dan memilih orang, juga melakukan banyak kesalahan yang lain.
Karena tidak ingin berbuat banyak kesalahan lagi, saya lalu berhati- hati dalam merespon, menyikapi, dan menanggapi peristiwa hidup ini agar tidak salah tafsir, apalagi salah langkah.
Bagaimana tidak. Setiap kali salah langkah, saya dipermalukan diri sendiri. Tidak sekadar kecewa, cemar, dan sesal. Karena perbuatan yang salah itu sulit dihapus, dan bahkan ada yang sulit dilupakan. Meski kita saling memaafkan. Apa jadinya, jika aib itu melekat sepanjang hidup?
Belajar dari pengalaman pahit, saya lalu mendidik pikiran dan hati ini untuk mensikronkan langkah agar seia-sekata, dan menjadi bijaksana.
Dari pengalaman salah memilih dan menilai orang, saya belajar berpikir positif agar tidak mudah kecewa. Tapi agar saya melihat hikmahnya.
Sesungguhnya, bukan karena kita salah menilai, memilih, dan bersikap baik pada orang itu, sehingga kita dikecewakan atau dikhianati. Melainkan kita diuji agar berbagi kebaikan itu dengan ikhlas hati.
Dengan selalu berpikir positif dan berprasangka baik, kita menghapus kesalahan-kesalahan itu.
Dengan selalu memberi maaf dan mengasihi orang-orang yang bersalah, mengecewakan, atau mengkhianati, hati yang terluka itu disembuhkan.
Salah tafsir itu hal yang biasa. Tapi dampaknya menjadi luar biasa, ketika kita membagikan kesalahan itu pada orang lain, dan tanpa dikaji atau dikroscek terlebih dulu. Tapi langsung dipercaya sebagai suatu kebenaran.
Selalu mohon penyertaan Allah agar kita tidak salah tafsir, ketika membaca dan merenungkan firman-Nya. Sehingga pikiran dan hati kita menjadi terang, karena Roh Kudus.
Selalu mohon rahmat kerendahan hati pada Allah agar kita menjadi pribadi yang bijaksana untuk mengasihi sesama.
Hidup untuk memuliakan Allah. Sekarang dan selama-lamanya.
…
Mas Redjo
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

