| Red-Joss.com | Dengan ‘Inter-net’ ke ‘Inter-nos’ untuk ‘cerca de dios’.
“Dengan internet menjalin komunikasi persaudaraan untuk makin dekat Tuhan”.
‘Inter- nos’, Bahasa Latin, artinya antar kita. Sedang ‘inter-net’ artinya antar jaringan dan ‘cerca de dios’ artinya makin dekat Allah.
‘Internos’ itu lebih sederhana, namun tidak berarti mudah. Sebab ‘internos’ itu melibatkan hati dan atau emosi. Hati yang sejatinya merupakan inti komunikasi dan relasi, seringkali jadi kendala, bahkan penyebab kemacetan. Hingga dapat hilang dan putus komunikasi dan relasi antar kita.
Secara teoritis internet akan dapat memperbaiki kualitas komunikasi ‘inter nos’ tersebut. Apakah benar terjadi demikian? Bahkan mendekatkan relasi ‘de dios’ itu dengan Allah?
Setidaknya, secara pribadi berusaha tidak sangsi. Mengapa ?
- Jaringan internet sangat membantu memperbanyak jalinan hati ke hati. Saya sedang menyambung jalinan dengn sesama abdi Tuhan, asal West Prog yang 40 tahun silam melayani di Tanzania.
- Di internet banyakan yang forward dari pada yang mikir. Saya batasi dengn mengirim hanya yang sudah saya refleksikan.
- Tidak ada wewenang yang melarang, menggagalkan, bahkan menilai internet tersebut. Semua bisa apa saja. Maka saya memagari diri pada sebesar-besarnya sharing nilai-nilai yang luhur saja.
Lantas bagaimana cara kita berkelana?
Saya ikuti 5 tuntunan nalar dan nurani sehatku:
(1). Fokus ke: ‘Inter-net pro Inter-nos’ saja. Tegas dengan prinsip itu, agar kita tidak tenggelam dan tertelan internet.
(2). Memilih ber-internet yang bermartabat, hanya hal-hal positif, pro – ‘nos’, kebaikan bersama. No hoax, no leceh – meleceh.
(3). Konsisten diskretif, artinya (nyebut) sebelum bertindak. Demi apa dan untuk siapa internetku . Apakah dengan internet berbagi api agar makin sesuai kehendak Allah, ‘cerca de dios’?
(4). Selalu ‘eling’ dari aneka bentuk diksi, opsi, provokasi, termasuk reaksi emosi dan imaginasi yang timbul dari hati sendiri.
(5). Akhirnya, internet hanyalah sarana agar komunikasi dan relasi internos lebih bermutu. Tujuan utama, tetap manusia, terbangun komunikasi dan relasi internos. Maka pertanyaan selalu sama: seberapa besar internet menambah bahagia kita? apa internet membuat kita menjadi lebih manusia?
Salam sehat berlimpah berkat.
…
Jlitheng
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

