| Red-Joss.com | Ciri orang bijak adalah setia memakai akal sehat dan jiwanya dalam semua hal. Ia lebih mendengarkan daripada minta didengarkan. Ia lebih suka mengerti daripada dimengerti, dan lebih suka bekerja bersama daripada moncer sendiri.
Bijak itu bukan soal usia. Tua belum tentu bisa. Bijak dan jabatan acap berbeda jalan. Kecerdasan dan keramahan hanya perisai diri, kalau kendali jiwanya dol.
Plato, Filsuf Yunani ternama sepanjang masa, beranalogi, bahwa jiwa manusia ibarat sebuah kereta yang ditarik oleh dua ekor kuda.
Kuda (1) lambang nafsu yang kita miliki, seperti keinginan makan makanan yang nikmat, mendapatkan uang yang banyak, berkuasa, dikagumi, terkenal, dan lain-lain.
Kuda (2) lambang emosi, seperti rasa marah, takut, kecewa, iri, dengki, dan lain sebagainya.
.
Kusir yang mengendalikan kereta itu melambangkan nalar kita, yang bertugas untuk mengendalikan kuda pertama (nafsu) dan kuda kedua (emosi).
Menurut Plato, seorang yang bijak adalah yang bisa menjadikan nalarnya sebagai pemimpin untuk mengontrol emosi dan nafsu yang dimilikinya.
Jika seorang kusir, sang ‘leader’ itu hilang kendali, bahkan dikendalikan oleh dua ekor kudanya, maka orang Jawa menyebutnya ‘kebangeten temen’.
Salam sehat dan tetap semangat.
…
Jlitheng

