| Red-Joss.com | Merenungkan tentang hidup, kehidupan, dan apa yang sedang dihidupi itu tidak pasti, karena terus berubah.
Demi popularitas, tidak peduli berita yang dibagikan!
Demi tercapainya ambisi, tidak ada lagi rasa malu.
Demi dianggap hebat, tidak bisa membedakan antara kebenaran dan kebohongan.
Manusia yang tahu tentang hidup, kehidupan dan yang sedang menjalani kehidupan, tidak sepenuhnya mengerti tentang kehidupan yang sedang dijalani saat ini.
Apakah kita ini sebagai manusia yang hidupnya benar? Tidak ada yang berani menjawab, karena yang terjadi sebaliknya, banyak hal yang tidak benar yang dilakukan.
Apakah kita ini sebagai manusia yang beriman? Juga tidak ada yang berani yang menjawab, karena kadang kita bertingkah sebagai ‘Tuhan’.
Apakah kita ini sebagai manusia yang jujur? Pasti mulut kita tidak bisa menjawab, karena kebohongan sudah menjadi virus.
Jujur! Tingkah Manusia membuat bingung Tuhan, karena apa yang diucapkan dan dilakukan sungguh berbeda. Apa yang dikatakan dan yang di dalam hati sungguh tidak sejalan.
Kadang-kadang tergoda untuk diam saja, tapi tidak bisa, dan nerocos tidak terkendali.
Ketika akal sehat masih berjalan manusia wajib mengingatkan manusia yang lain.
Manusia yang berani bersuara itu hendaknya menyampaikan suara untuk melawan suara-suara yang ke luar dari akal yang tidak sehat.
Suarakan kata hati untuk berani jujur dan bersikap benar
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

