| Red-Joss.com | Hidup ini anugerah Allah agar kita rendah hati. Sesungguhnya, hidup sejati itu sebagai ungkapan terima kasih kita kepada-Nya.
Sadar diri adalah langkah bijaksana, bahwa kita diciptakan dan milik Allah. Hidup untuk mengabdi dan melayani-Nya.
Sederhana, tapi berat dan sulit sekali untuk dijalani dan diwujudkan. Jika kita tidak memiliki kesadaran jiwa dan semangat rendah hati.
Bijaksana itu anugerah Allah agar kita rendah hati. Tanpa kerendahan hati, kita mudah lupa diri, sombong, egois, dan jatuh ke dalam jahat.
Ketika hidup ini diorientasikan sebagai ungkapan terima kasih kepada Allah, berarti hidup kita untuk mengabdi dan melayani-Nya. Tidak untuk yang lain.
Ketika bangun pagi, kita mengucap syukur dan terima kasih atas nafas kehidupan yang dihembuskan Allah pada kita. Lalu arahkan pikiran kita untuk mengabdi dan melayani-Nya.
Hidup yang terarah dan fokus, karena tujuan kita jelas, untuk kembali kepada Allah. Kita dituntut komitmen, konsisten, dan setia pada-Nya.
Dengan mengarahkan pikiran dan fokus untuk melakukan hal-hal baik dan positif, maka pikiran kita tidak mudah dibelokkan kepada hal-hal jelek dan negatif.
“Takut akan Allah,” adalah kunci sukses agar kita taat dan setia untuk melakukan kehendak-Nya.
Karena Allah adalah kasih, hidup kita hendaknya dipenuhi perbuatan cinta kasih. Apa pun profesi dan hasil capaian kita hendaknya untuk mengaktualkan kasih Allah dalam hidup keseharian. Sehingga Kerajaan Allah hadir dan menyata di lingkungan sekitar kita.
Hidup adalah ungkapan syukur dan terima kasih pada Allah, karena IA murah hati.
…
Mas Redjo

