“… Increase our faith” (Lk 17:5).
…
| Red=Joss.com | Kita ini semakin hari kian beriman atau suam-suam kuku? Coba dilihat indikasi-indikasinya. Misalnya dari hidup harian kita, seimbang tidak antara waktu bersama dengan Tuhan dengan waktu yang diisi dengan kegiatan lain? Atau senang tidak, ketika kita bersama dengan Tuhan?
Dasar iman kita sama, tapi cara mengekspresikan, menghayati, dan menjalaninya yang berbeda. Bahkan ada yang bilang, “Yang penting Tuhan tahu yang kita lakukan.” Oo, ya sudah, jika mempunyai sikap seperti itu.
Semoga iman itu benar-benar membawa keselamatan dalam hidup. Jangan pernah menjadi ragu!
Sebab efek dari iman yang kita miliki, dan kini sedang dihayati ini sangat signifikan. Dari cara kita berpikir, merasa dan bertindak, bisa kita lihat apa yang sebenarnya terjadi pada diri kita. Tidak harus menunggu dinilai oleh orang lain. Kita bisa menilai sendiri: Aku semakin beriman atau suam-suam kuku.
Coba bertanya pada diri sendiri, di mana iman itu diletakkan? Di pusat hati atau kartu identitas? Di ke dalaman batin atau pada asesoris? Apakah iman itu membantu makin hidup, bergerak dan makin kuat, atau iman itu membuat kita jadi takut, malas dan bersembunyi?
Semoga semakin hari iman kita menuju ke perubahan yang kian baik. Hidup berkenan bagi Tuhan.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

