- Diucapkan sekali, lalu berlanjut, dan akhirnya ketagihan.
- Diawali dengan satu pengalaman, lalu berlanjut, dan akhirnya menjadi kekuatan.
- Dimulai dengan sekali berdoa mengucap syukur, lalu berlanjut, dan akhirnya menjadi pokok doa setiap hari.
…
| Red-Joss.com | Sesungguhnya, memaknai rasa bersyukur itu tidak usah menunggu disuruh, dinasihati, mengikuti rekoleksi atau retret dulu, tapi langsung dimulai.
Sesungguhnya, ketika mulut ini bisa mengucap syukur, hati ini menjadi tenang dan damai. Tidak hanya itu, jiwa dan batin ini merasa nyes dan bahagia sekali.
Sesungguhnya, ketika mulut, hati, jiwa, dan batin mampu mengucap syukur, hadirnya Tuhan menjadi sangat dekat.
Rasa bersyukur itu pengaruhnya menjadi luar biasa, ketika diucapkan bersama-sama dengan anggota keluarga, teman, atau komunitas. Sehingga hubungan satu dengan yang lain semakin dekat, akrab, dan erat.
Rasa bersyukur itu menyatukan. Karena kita semua adalah satu saudara dalam Tuhan dan satu saudara dalam kemanusiaan.
Semoga hidup kita selalu dipenuhi rasa bersyukur, sehingga, meskipun berbeda-beda, tapi kita bersaudara dan satu keluarga besar dalam Kristus.
Selalu membiasakan mengucap bersyukur agar hati ini dilimpahi damai sejahtera dan bahagia.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ.

