| Red-Joss.com | Tahu diri adalah hikmah, atau kebijakan, hasil sebuah keputusan yang pada praktiknya adalah: melakukan apa yang harus dilakukan, melakukan apa yang pantas dilakukan, dan berupaya menghindari hal-hal yang tidak pantas dilakukan. Sesederhana itu. Akan tetapi dalam kenyataan tidak semudah itu.
Jika kita tengok di medsos, misalnya. Banyak orang yang tahu (pinter, punya pengetahuan) polah lakunya membuat kisruh banyak orang. Tindakan dan bicaranya seolah-olah dia lebih paham dan masih punya otoritas atau kewenangan untuk seseorang harus melakukan atau tidak melakukan apa yang dikatakannya.
“Lha mbok sudah, tahu diri dikit, kenapa.”
Zaman sudah berubah dan kehidupan tidak seperti dulu lagi.
Di tataran akar rumput sebenarnya masih juga ada keinginan seperti ini. Ada keinginan terus didengar, diikuti dan dijalankan maunya.
“Lha mbok sudah, berilah waktu untuk yang sedang menjalani perannya.”
Kita buat peran baru saja yang sifatnya mendukung, memperkuat dan menyempurnakan. Dengan cara itu kita masih tetap bernyala, walaupun nyala itu tidak lagi merah. Blue light juga indah lho.
Salam sehat dan tak henti terus bernyala.
…
Jlitheng

