“Every pain has a purpose.” – Rio, Scj
…
| Red-Joss.com | Berhadapan dan mengalami penderitaan, rasa sakit, kegagalan, kepahitan dan keterpurukan itu ada dua reaksi muncul: menolak yang berujung: menghindar, mengeluh, menyalahkan, protes, prustasi, dan akhirnya stres. Menerima: yang membawa pada pemaknaan, pembelajaran, bangkit, dan melangkah maju.
Setiap penderitaan itu selalu ada berkat tersembunyi. Saat mengalami penderitaan itu jelas tidak mudah. Kita tidak mudah untuk menerima, memaknai, mengatasi, dan apalagi mensyukuri. Tapi ingatlah, bahwa masalah yang kita hadapi itu tidak lebih kuat dari potensi yang ada dalam diri kita.
Sesungguhnya, satu pilihan akan membawa pembelajaran yang memulihkan. Satu keputusan yang tepat akan merubah masa depan. Hal ini kadang berat, bahkan bisa menjadi tantangan terberat untuk melangkah maju. Tapi tidak mudah itu bukan berarti tidak bisa. Mencoba itu lebih berguna daripada protes dan mengeluh. Memang belum ada bukti yang bisa kita berikan kepada orang di sekitar kita, tapi itulah yang kadang membuat kita berat untuk memulai.
Jika kita yakin, berjuang keras, mencari strategi jitu, dan pantang menyerah. Sesulit, seberat, dan sesusah apa pun persoalan hidup bila mau mencoba, berusaha bangkit, dan berpengharapan maka selalu ada jalan. Ingat tidak pernah air mata dan keringat yang jatuh sia-sia. Meski sulit dan berat berani melangkah maju akan membawa berkah.
Percaya dan imani, bahwa Tuhan tidak membiarkan kita berjuang sendirian. Tuhan menuntun langkah kita. Setiap kesulitan, penderitaan, kegagalan itu pasti ada maksud dan berkatnya. Syukuri dan maknai, karena dalam setiap masalah dan persoalan itu tersembunyi anugerah Allah. Hidup itu hikmat-Nya.
Deo gratias
…
Edo/Rio, Scj

