Simply da Flores
…
Demokrasi itu
katanya kedaulatan ada di tangan rakyat
Kekuasaan itu juga dari rakyat
dimiliki dan diberikan oleh rakyat
dipergunakan juga untuk rakyat
Dan
sangat istimewa kita bangsa Indonesia
NKRI berdasarkan Pancasila
Semangat jiwanya merah putih
dengan warisan nilai adat budaya luhur
Di negeri yang kaya raya
dengan cita-cita proklamasi yang mulia
“Mencapai kehidupan adil sejahtera
Berharkat martabat dan damai
Nagara yang kuat dan jaya”
Mari kita lihat kenyataannya
dengan menelisik prinsip Pancasila
Apakah demokrasi kita nyata
atau sandiwara pesta demokrasi
yang terus ada dan terjadi
Dengan aneka skenario kepentingan
dan beragam peran kelicikan
demi pribadi dan kelompok elit
Lalu
bagaimana nasib kita rakyat
Inikah tekad ‘bangunlah jiwanya, bangunlah raganya untuk Indonesia Raya, merdeka – merdeka’?
“Ketuhanan Yang Maha Esa”
Disujud dan disembah selalu
dalam masing-masing agama dan kepercayaan
Ditulis di atas lembar pengadilan
Diucapkan dalam sumpah jabatan
Dibacakan dalam doa upacara resmi
Bahkan
sering menjadi sumpah janji
pada saat berpidato di depan masyarakat
Sedangkan
iri dengki permusuhan dikobarkan
Korupsi kolusi nepotisme dibudayakan
Hukum dan aturan dipermainkan
Alam lingkungan dirusak dikuras
Lalu
nasib rakyat bangsa Indonesia
terus berkubang dalam masalah
Merana di tengah kelimpahan alam
Melarat dalam samudra kata-kata
“Kemanusiaan yang adil dan beradab”
Adil oleh siapa dan untuk siapa
Ketika rakyat digusur dari kampung halamannya
demi tambang, industri, perkebunan, pemukiman modern dan sarana canggih
Ketika hak rakyat dikorupsi atas nama pembangunan
Ketika hukum tumpul ke atas dan tajam ke rakyat
Ketika pengangguran terus bertambah dan kemiskinan meningkat
Lalu,
dengan kata-kata meyakinkan
terus dikumandangkan dalam janji
“Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”
“Persatuan Indonesia”
Di bawah panji merah putih
dan lambang Garuda Pancasila
dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika
Terus bergema dikumandangkan lagi
Indonesia Raya, Sumpah Pemuda dan Padamu Negeri
Tetapi…
sekejap dibawa pergi angin berlari
Dengan Pemilu Pesta Demokrasi
belasan parpol mengkotak-kotakkan rakyat demi kemenangan
Perebutan kursi kekuasaan diulang setiap Pemilu
Maka
warisan konflik dan permusuhan terus terjadi
di tengah kemiskinan dan kebingungan
Sementara
para musuh tersenyum dan bersorak
ketika persatuan bangsa sirna
serta NKRI dijajah oleh modal dan iptek
“Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan”
Para wakil rakyat terus ada
mengemban kepercayaan yang diberikan
tetapi apakah mewakili rakyat dan memperjuangkan hak rakyat?
Hikmat dan kebijaksanaan apa yang menjelma dalam kebijakan publik dan penetapan produk hukum serta anggaran pembangunan?
Kita terus menikmati warisan budaya KKN
dan para pejabat terdengar saling mengadili dan berkelahi
Media sosial memberitakan cerita korupsi dan pelanggaran hukum
tetapi akhirnya hilang lenyap dengan cerita baru
Musyawarah terus dilakukan para wakil rakyat, pejabat eksekutif dan yudikatif
di mana segalanya ada biaya dan fasilitas musyawarah
Sedangkan rakyat tak tahu kejadiannya
karena ada musyawarah tertutup serta pertemuan rahasia
Sandiwara dan Pesta Demokrasi
Pemilu yang terjadi pun adalah hasil musyawarah dengan hikmat dan kebijaksanaan oleh para wakil rakyat eksekutif dan yudikatif
Untuk Pemilu 2024 yang sedang berproses
adalah fakta hasil musyawarah dengan hikmat dan kebijaksanaan
Maraknya adalah Pesta Demokrasi
Lalu sedang ada banyak skenario sandiwara
dan aneka aksi peran politik
dengan energi dasyat “demi kemenangan”
Maka
di tengah zaman digital milenial
Rakyat semakin paham dan cerdas
tentang hak dan kewajibannya
tentang yang benar dan palsu
Semua semakin terbuka dan gamblang
untuk dinikmati dan dipahami
Semua menjadi tontonan menarik
untuk dipilah dan dipilih
sesuai keputusan dan kepentingan setiap pribadi rakyat
“Ke mana demokrasi bangsa Indonesia
Ke mana kedaulatan rakyat NKRI
Di manakah wibawa hukum sebagai panglima untuk keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia?
Masihkah Pancasila sebagai dasar NKRI?”
…
Foto Ilustrasi : Istimewa

