| Red-Joss.com | Jika dikecewakan itu sakit, ya, kita jangan mengecewakan orang lain.
Jika dipilih dan dipercaya itu suatu kehormatan dan tantangan, ya, kita harus komitmen, konsekuen, dan bertanggung jawab untuk mewujudnyatakan tantangan itu.
Begitu pula saat dipilih dan diutus Yesus, kita jangan mengecewakan-Nya. Dipilih dan diutus itu anugerah luar biasa yang harus kita tanggapi. Jangan ditunda dan dipikir lagi, tapi kesempatan itu harus dimanfaatkan dengan sepenuh hati.
Dipilih itu dipercaya. Apalagi dipilih Yesus yang telah menebus dosa dan menyelamatkan kita. Apakah kita mau mengecewakan harapan-Nya?
Jangan ragu dan bimbang. Tapi kita harus segera menanggapi dengan mantap hati: “Tidak! Kami percaya dan berserah pada-Mu, karena kami adalah milik-Mu.”
Totalitas, semangat totalitas, bahwa Yesus adalah segalanya bagi kita, dan harus dinomorsatukan di atas kepentingan dan keluarga kita sendiri.
Ketika hidup ini diarahkan dan fokus kepada Yesus, tidak ada keraguan di hati ini. Karena kita percaya dan mengimani, Yesus tidak akan meninggalkan kita sebagai yatim piatu. Tapi IA selalu mendampingi dan sertai kita hingga akhir zaman.
Seberat dan sesulit apa pun badai kehidupan tidak akan runtuhkan hati ini.
Seseram dan semencekam apa pun ancaman menghadang, tidak bakal menciutkan hati, apalagi membuat kita jadi keder lalu undur diri.
Sejak semula Yesus telah ingatkan kita, bahwa kita pun akan ditolak dunia: “Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu” (Yoh 15: 18-19).
Kita harus berani berjuang untuk taat dan setia pada Yesus, apa pun yang harus dihadapi dan bakal mendera hidup kita.
Sesungguhnya, yang membuat kita menjadi pribadi tangguh dalam menjalani tantangan, hambatan, dan segala ancaman hidup ini, karena Yesus telah menaruh kasih di hati kita.
Dengan semangat kasih, kita mengasihi dan mendoakan mereka yang berbuat salah. Karena mereka tidak tahu apa yang diperbuatnya.
Yesus mengasihi kita agar kita juga murah hati.
…
Mas Redjo

