Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Tetesan-tetesan darah serta butiran air mata, adalah saksi bisu sebuah perjuangan”
(Amanat Hidup)
…
| Red-Joss.com | “Nilai Setitik Pengorbanan!”
Nilai apa itu? Sesuatu yang tinggi, luhur, dan mulia yang pantas kita perjuangkan untuk meraihnya.
Sejatinya, di balik setiap pengorbanan dan daya juang itu, terkandung setetes nilai yang aksana derai butiran air mata dan tetesan darah kita yang mengalir membasahi wajah agung bumi ini.
Banyak pengorbanan yang telah dicurahkan untuk kesejahteraan rohani dan jasmani kita. Tetesan darah serta air mata para pejuang bangsa kita, yang telah ditumpahkan demi kesejahteraan hidup kita, itulah bukti paling riil dari sebuah pengorbanan.
Di dalam kekristenan pun, sesungguhnya kita tentu sudah sangat familiar dengan pengorbanan Kristus yang telah rela menumpahkan darah-Nya demi penebusan dosa dan salah kita. Itulah contoh riil sebuah pengorbanan, demi kesejahteraan kehidupan rohani kita.
Saya bertanya kepada para saudara, “Apa yang telah saya dan Anda perjuangkan demi kesejahteraan lahir batin sesama kita di negeri tercinta ini dan juga di kalangan jemaat kita?”
Jika ada, berarti itulah setitik nilai luhur yang telah kita persembahkan atas nama kesejahteraan hidup sesama manusia.
Sebuah nilai luhur yang telah dikorbankan itu tidak mengenal, apa suku bangsa serta bahasa kita. Apa budaya serta agama kita. Tidak!
Mengapa? Karena sebuah nilai luhur bersifat sangat universal. Sebuah kemuliaan yang mereprentasikan ketulusan jiwa.
Jika demikian, alangkah luhurnya, nilai dari sebuah pengorbanan sejati!
…
Kediri, 10ย Novemberย 2023

